Sebanyak 40 lebih karyawan dan keluarga karyawan mengalami keracunan setelah mengkomsumsi nasi dos dalam acara yang digelar di Padivalley. GO CAKRAWALA/ DIN FATHUL

36 Pasien Caddie Golf Padivalley Sudah Keluar dari RSUD Syekh Yusuf

Selasa, 19 Februari 2019 | 11:51 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Sebanyak 36 pasien Caddie Golf Padivalley yang mengalami dugaan keracunan makanan, hari ini sudah bisa pulang dari Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Selasa (19/2/2019).

Hal tersebut disampaikan oleh Dirut RSUD Syekh Yusuf, dr. Salahuddin. “Dari 40 orang, 36 pasien sudah diperbolehkan pulang, kondisi fisik sudah baik dan 4 orang masih observasi,” kata dr. Salahuddin melalui pesan WhatsApp.

Diketahui para assisten pegolf Padivalley Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa ini diduga keracunan saat menyantap makanan yang dihidangkan di acara makan bersama dalam rangka mempererat hubungan silaturrahmi sesama Caddy, Senin (18/2/2019).

Dari keterangan Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon Selasa (19/2/2019) pagi, jumlah korban hingga saat ini 132 orang yang tersebar di beberapa rumah sakit dan puskesmas.

“Data terakhir itu 132 orang yang kami terima dan kami msih tunggu perkembngan yang jelas untuk saat ini 132 orang,” kata AKP Mangatas Tambunan.

Sementara itu, pihaknya juga belum bisa memastikan apakan korban positif keracunan atau tidak. “Kita tunggu dulu hasil pemeriksaan, itukan sudah diambil Dinas Kesahatan dan lapor Porli kita tunggu hasilnya mereka,” lanjutnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, AKP Mangatas Tambunan juga mengatakan saat ini pihaknya telah mengamankan Arwini, penyedia jasa catering, di Polsek Bontomarannu.

“Satu orang diamankan dalam arti kita ambil keterangan. Untuk saat ini belum bisa tentukan tersangka. Sekarang masih diperikasa dulu apakah ada pidana, kita periksa dulu. Memang ada upaya kesengajaan atau kelalaian belum tahu kita,” tambahnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr Hasanuddin juga mengatakan saat ini sampel makanan sementara pemerikasaan.

“Belum ada, baru dikirim ke laboratorium bali POM. Jadi kami ambl polisi juga ambil periksa juga di laboratoriumnya kami juga di balai POM,” jelasnya.(*)


BACA JUGA