ilustrasi hujan es/INT

Sebelum Fenomena Hujan Es Terjadi, Tanda-Tanda Alam Ini Akan Muncul

Selasa, 26 Februari 2019 | 01:12 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM Fenomena hujan es yang terjadi di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Senin (25/2/2019) sekira pukul 15.00 Wita, menimbulkan pertanyaan penyebab terjadinya peristiwa langka di daerah beriklim tropis seperti Indonesia.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan es merupakan fenomena alamiah yang biasa terjadi.

“Kejadian hujan lebat/es disertai angin kencang dan petir memang kerap terjadi pada musim pancaroba, baik dari musim kemarau ke musim hujan, ataupun sebaliknya,” terang BMKG seperti dilansir laman resminya, Selasa (26/2/2019).

BMKG juga memaparkan sejumlah pertanda alam yang terjadi sebelum hadirnya fenomena hujan es. Ciri-ciri alam tersebut yaitu, pada satu hari sebelum hujan es turun, udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

Udara panas dan gerah itu terjadi akibat adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditujukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 sebesar lebih kurang 4.5 derajat celcius.

Selain itu, pada pukul 10.00 pagi terlihat awan Cumulus, yakni awan putih berlapis-lapis. Di antara awan Cumulus itu, terdapat satu jenis awan yang memilik batas tepi berwarna abu-abu dan bentuknya menjulang tinggi seperti bunga kol.

Awan Cumulus berwarna abu-abu tadi akan berubah menjadi semakin gelap dan kehitaman, yang dikenal dengan awan Cb atau Cumulonimus.

Lalu, pada tubuh kita, akan terasa sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri. Selanjutnya kerap terjadi hujan lebat yang tiba-tiba datang. Hujan lebat tersebut biasanya terjadi dalam tempo singkat serta berpotensi membawa butiran-butiran es.(*)


BACA JUGA