Akbar Faizal menghadiri kegiatan Obrolan Wakil Rakyat dengan tema menelaah laporan kinerja Akbar Faizal di Swiss Bell Hotel, Selasa (5/3/2019)

Lewat Buku, Akbar Faizal Laporkan Hasil Kinerja Tahunan ke Publik

Selasa, 05 Maret 2019 | 21:17 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Anggota Komisi 3 DPR RI Akbar Faizal kembali meluncurkan buku laporannya sebagai legislator dari dapil Sulsel dua di Hotel Swiss Bell, Jalan Boulevard, Selasa (5/3/2019).

Buku berupa laporan kinerja tahunan ini merupakan yang ke-9 kalinya sejak Akbar Faizal diamanahkan menjadi wakil rakyat. 

Hadir sebagai pembicara Ketua BNN Provinsi Sulsel Brigjen Pol Idris Kadir, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicki Sondany, akademisi Unhas Fajlurahman Jurdi, Akademisi UIN Alauddin Makassar Firdaus Muhammad.

Dalam kesempatan itu, Legislator Senayan dua periode itu, mengaku cukup prihatin dengan para anggota dewan yang hanya datang menemui pemilihnya kala menghadapi pemilu saja.



“Saya menjabat karena rakyat, maka kepada rakyatlah saya mempertanggungjawabkan,” tutup Akbar yang malam ini akan tampil dalam acara ILC Tv One di Jakarta.

Akbar juga menceritakan alasan dirinya tetap setia untuk membuat laporan kinerjanya selama menjabat sebagai anggota DPR RI untuk yang ke-9 kalinya.

“Sampai saat ini sudah sembilan kali saya buat laporan dalam bentuk buku. Kenapa saya konsisten dengan itu, karena masyarakat harus tahu apa saja yang dikerjakan oleh wakilnya di parlemen,” ujar pria yang mempopulerkan slogan Rumahku Sulsel Negeri Para Pemberani itu.

Sementara itu, Firdaus Muhammad yang menjadi pembedah mengatakan sosok Akbar adalah salah satu tokoh yang cukup memberikan warna perpolitikan nasional.

“Kehadiran Kak Akbar saya kira sedikit banyaknya memberikan kontribusi positif, baik itu di parlemen, parpolnya sendiri maupun perpolitikan secara nasional,” ujar akademisi bergelar doktor itu.

Firdaus menambahkan bahwa, nilai tambah yang dimiliki oleh Akbar adalah karena melek media sosial maupun media mainstream. “Mungkin karena basic beliau adalah wartawan belasan tahun, sehingga melek media. Dan itu saya kira adalah modal sosial yang sangat bagus sebagai seorang politisi,” tandasnya.(*)


BACA JUGA