Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno bersilaturahmi dengan sejumlah ummat kristiani Makassar di kediaman Ketua DPC Gerindra Kota Makassar, Erick Horas, Selasa (25/12/2018)/Muhammad Fardi/Gosulsel.com
#

Gerindra Makassar Klaim Sandiaga Unggul di Debat Ketiga

Senin, 18 Maret 2019 | 13:02 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra mengklaim Calon Wakil Presiden 02, Sandiaga Salahuddin Uno unggul pada debat ketiga yang diselenggarakan, Minggu malam kemarin (17/3/2019).

“Kalau dilihat debat cawapres Pak Sandi dan Pak Ma’ruf Amin, saya melihat memang ada peluang yang begitu besar yang ditawarkan oleh Pak Sandi, khususnya membuka peluang lapangan kerja. Di situ sangat jelas beliau mengatakan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia masih menjadi salah satu konsentrasi untuk bisa dimaksimalkan,” kata Ketua DPC Gerindra, Erick Horas, Senin (18/3/2019).

Olehnya, dia menilai strategi yang ditawarkan Sandi membuka lapangan kerja linier dengan menghidupkan industri kerakyatan, sehingga apa yang didapatkan Indonesia bisa jauh lebih baik lagi, khususnya menekan angka pengangguran.

Tidak hanya itu saja, pada sisi program rumah siap kerja dengan 2 juta pekerja muda juga dinilai menjadi nilai plus Sandiaga pada debat kemarin. Artinya, kata Erick, potensi pemuda di negeri ini bisa dimaksimalkan.



“Karena potensi dari anak muda Indonesia ini sangat diperlukan sebenarnya. Yang saat ini di satu sisi saya kira kurang terperhatikan sebenarnya,” ujar Erick.

Masih lanjut Erick, program Oke Oce yang sudah berjalan di DKI Jakarta yang digagas oleh Anis-Sandi juga menjadi materi debat Sandiaga. Menurut Erick ini akan menjadi barometer keberhasilan yang dikemas kembali secara nasional.

“Sehingga program ini juga bisa memberdayakan para pengusaha dan pekerja. Bukan hanya pengusaha muda, namun usaha mikro menengah secara keseluruhan,” jelas Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini.

Masih lanjut Erick, rencana Prabowo-Sandi untuk menghapuskan ujian nasional menjadi pengembangan bakat merupakan inovasi yang luar biasa. Dia menjelaskan, jangan sampai ada siswa yang menjadi momok ujian nasional.

“Kenapa saya katakan momok? Karena jangan sampai mereka berpikir, kalau tidak mengetahui mata pelajaran tertentu maka konsekuensinya mereka tidak lulus. Padahal anak-anak kita itu boleh dibilang, dominan pintar-pintar. Makanya Pak Sandi benarkan bagaimana kita mengedukasi mereka bagaimana bakat-bakat yang dimiliki,” tandasnya.(*)


BACA JUGA