Latihan tempur Koopsau II di Morowali, Sulawesi Tengah

Tingkatkan Profesionalisme Prajurit, Koopsau II Gelar Latihan Survival Tempur

Selasa, 19 Maret 2019 | 10:26 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Sejumlah prajurit awak pesawat terbang Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Koopasau) II mengikuti Latihan Survival Tempur tahun 2019 dari tanggal 18  hingga 21 Maret 2019 di daerah Morowali Sulawesi Tengah.

Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II Marsda TNI Henri Alfiandi dalam amanatnya saat bertindak selaku Inspektur Upacara pada upacara pembukaan Latihan Survival Tempur Koopsau II Wanatirta Yudha tahun 2019, di Apron Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin, Selasa(19/3/2019) mengatakan bahwa Koopsau II senantiasa dihadapkan dengan berbagai tugas yang tidak ringan.

“Kompleksitas tuntutan tugas Koopsau II ini, tentunya perlu disikapi dengan kesiapan operasional satuan yang tinggi baik satuan itu sendiri maupun personel yang mengawaki satuan tersebut. Oleh karena itu, berbagai kegiatan latihan  dalam rangka  meningkatkan profesionalisme prajurit, menjadi sesuatu yang mutlak untuk dilakukan, salah satunya adalah latihan Survival Tempur yang diperuntukkan bagi para awak pesawat terbang,” ujarnya.

Marsda TNI Henri Alfiandi juga mengatakan latihan dengan tema Koopsau II melaksanakan latihan suvival tempur Wanatirta Yudha TA. 2019 di wilayah Koopsau II guna meningkatkan kemampuan survival awak pesawat demi terwujudnya kesiapan dan kesiapsiagaan operasional dalam rangka menjamin keberhasilan tugas Koopsau II.



Lebih lanjut Pangkoopsau II mengatakan bahwa latihan tersebut juga bertujuan untuk memberi bekal kemampuan khusus bagi para awak pesawat dalam menghadapi situasi darurat, baik di darat  maupun di air dikarenakan pesawat yang diawakinya mengalami accident di daerah musuh.

“Latihan ini juga sekaligus untuk melatih dan menguji kemampuan fisik dan mental awak pesawat agar mampu survive menghadapi situasi darurat di daerah  operasi sampai dengan mendapatkan dukungan dan pertolongan melalui evakuasi udara,” tuturnya.

Olehnya itu, Marsda TNI Henri Alfiandi telah menginstruksikan kepada komando latihan agar skenario latihan dibuat se riil mungkin untuk dapat memberikan bekal teori dan praktek kepada seluruh pelaku guna meningkatkan kewaspadaan, taktik dan teknik penyelamatan diri serta kemampuan bertahan hidup di wilayah operasi yang memiliki tingkat kerawanan dan bahaya yang besar.

Sememtara itu, di ahkir amanatnya,  Alumni AAU Tahun 1988 ini memberikan beberapa penekanan yang berkaitan dengan berlangsungnya latihan tersebut untuk diperhatikan. Pertama, setiap peserta harus selalu mengikuti petunjuk dan memahami seluruh materi yang diberikan para pelatih, serta memperhatikan prosedur yang berlaku.

“Latihan survival ini saya nilai cukup beresiko, oleh karena itu perhatikan faktor keamanan materil dan personel baik perorangan maupun kelompok agar tetap menjadi perhatian dan dicermati secara seksama. persiapan yang matang sangat penting, utamanya kesiapan fisik dan mental dari seluruh personel yang terlibat latihan,” ujarnya.

Ia juga meminta agar latihan tersebut diikuti dengan sungguh-sungguh, tidak menganggap remeh hal sekecil apapun,    selalu bekerjasama dan koordinasi antar sesama peserta latihan maupun antara peserta dengan pelatih dan menciptakan situasi latihan yang kondusif sehingga memungkinkan seluruh peserta latihan dapat melaksanakan seluruh tahapan latihan dengan baik.

“Saya minta agar para peserta latihan lebih pandai dalam melaksanakan seluruh rangkaian latihan agar tidak merusak lingkungan yang menjadi daerah latihan dan koordinasi dengan masyarakat dan aparat setempat baik TNI/Polri berkaitan dengan adanya sesi latihan yang memerlukan ledakan agar tidak menimbulkan kepanikan masyarakat setempat,” tandasnya.

Upacara tersebut dihadiri oleh Kepala Staf Koopsau II Marsma TNI Age Wiraksono, Pangkosekhanudnas II Marsma TNI Andi Heru Wahyudi, Danlanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Hendrikus Haris Haryanto, Para Pejabat Makoopsau II, Para Pejabat Kosekhanudnas II, Para Pejabat Lanud Sultan Hasanuddin, Para perwira, Bintara, Tamtama dan Para Pelaku Latihan Survival dari seluruh Lanud Jajaran Koopsau II.

Selain itu, Dalam Latihan Survival tersebut Pam Pemilu Legislatif dan Presiden tahun 2019 di Koopsau II selaku Pimpinan Umum Latihan adalah Pangkoopsau II Marsda TNI Henri Alfiandi, Wakil Pimpinan Umum Latihan adalah Kepala Staf Koopsau II Marsma TNI Age Wiraksono sedangkan yang bertindak selaku Direktur Latihan adalah Asops Kaskoopsau II Kolonel Pnb Mochammad Untung Suropati, Wakil Direktur Latihan adalah Kalambangja Koopsau II Kolonel Pnb Andreas A. Dhewo.(*)


BACA JUGA