Pembinaan keamanan pangan pada UKM di Hotel d'Maleo Makassar, Kamis (28/3/2019).

Banyak Pedagang Makanan Pakai Bahan Pengawet, Ini yang Dilakukan DKP Makassar

Kamis, 28 Maret 2019 | 23:35 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Kepala Seksi Kelembagaan dan Informasi Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar, Din Zulfikar mengaku rutin melakukan pemantauan terhadap keamanan pangan pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang berada di lorong.

Hal ini, kata dia, untuk memberi pembinaan pada industri pangan di lorong agar tidak menggunakan bahan pengawet pada makanan yang mengandung zat kimia.

“Pemantauan ini, agar pelaku usaha menggunakan bahan yang aman dan higienis. Banyak contoh, kita sering temui banyak pedagang-pedagang di lorong yang menggunakan bahan pengawet seperti zat pewarna,” ujar Din pada kegiatan pembinaan keamanan pangan pada UKM di Hotel d’Maleo Makassar, Kamis (28/3/2019).

Pada kesempatan tersebut, Din menilai faktor paling penting untuk mengembangkan usaha adalah kebersamaan. Untuk mewujudkannya, Din mengatakan telah menghadirkan pemateri untuk memotivasi pelaku usaha.



“Ada praktisi yang memiliki usaha di lorong dan usahanya sudah berkembang. Dia berbagi pengalaman terkait awal merintis karir sampai sukses merekrut 600 anggota,” kata Din.

Tak hanya sampai di situ, Din juga mengundang dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) untuk memberikan pemahaman teori terhadap makanan yang sering ditemui dalam keseharian.

“Ini untuk memberi bekal kepada mereka agar mampu mengenali makanan yang mengandung bahan pengawet,” terangnya.

Sebelumnya, kata dia, Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar rutin memimpin tim operasional terpadu memantau keamanan pangan di Pasar Tradisional dan Pasar Modern.

Tim terpadu terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, Pertanian, Dinas Perdagangan, Satpol PP dan BPOM untuk terjun langsung memantau keamanan pangan di Pasar Tradisional maupun Pasar Modern di Kota Makassar.

Beberapa jenis pangan segar menjadi pantauan tim terpadu ini, seperti sayuran, buah-buahan, ikan, daging segar, dan lain lain.

Tim terpadu mengambil beberapa sampel, seperti ikan untuk dites di tempat dengan menggunakan Metode Rapid Test Kit atau metode uji cepat, agar dapat diketatahui kadar kandungan bahan-bahan berbahaya seperti boraks ataupun formalin.(*)


BACA JUGA