Pemerhati demokrasi, Abdul Haris Awi

Kandidat Lain Punya Peluang untuk Bersaing Kuat, Tomy dan H. Askar Mendominasi

Sabtu, 01 Juni 2019 | 01:15 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM — Pemerhati demokrasi, Abdul Haris Awi ikut mengamati perkembangan dan dinamika politik Bulukumba jelang Pilkada 2020 tahun depan. Jenderal Kolom Kosong di Kota Makassar pada Pilwali 2018 lalu ini mengatakan, bahwa dinamika di Kabupaten Bulukumba memang cenderung lebih cepat dimulai dibandingkan 13 kabupaten/kota lainnya di Sulsel yang akan ikut pada pilkada serentak tahun depan.

Dia merinci, dua kabupaten dan satu kota di Sulsel mendominasi persiapan pilkada serentak dibanding daerah lainnya, yakni Kota Makassar, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Maros. Hanya saja, khusus Kabupaten Bulukumba, menurut Awi, sapaan akrabnya memungkinkan akan mengalami pertarungan yang menarik dan kompetitif.

“Apalagi sudah ada beberapa figur yang mulai terang-terangan mensosialisasikan diri. Sehingga prediksi tentang arah dinamika politik ke depan perlahan mulai terbaca,” kata Awi, Jumat (31/5/2019).

Dia menyebutkan ada beberapa nama yang mulai ramai diperbincangkan, diantaranya adalah Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satri Yulianto, Ketua PPP Bulukumba H Askar, Ketua PAN Bulukumba Andi Zulkarnain Pangki dan Ketua PAN Makassar Hamzah Hamid.

Selanjutnya Ketua Golkar Bulukumba Andi Hamzah Pangki, Wakil Ketua KNPI Jamaluddin M Syamsir, Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel Risman Pasingai, Ketua Demokrat Bulukumba Murniati Makking, Ketua Gerindra Bulukumba Syahruni Haris dan Sekretaris Gerindra Bulukumba H. Patudangi.

Turut pula Legislator Sulsel dari NasDem Arum Spink, Sekda Bulukumba Andi Bau Amal, Andi Mattappawali, Karaeng Lompo dan beberapa figur lainnya.

Hanya saja, Awi menyayangkan jika H. Askar belakangan ini diisukan akan bertarung di Konawe. Menurut dia, jauh lebih baik H. Askar tetap mempertahankan kans politiknya di Bulukumba.

“Konawe Utara bagi seorang H. Askar tidak jauh lebih baik dibandingkan Bulukumba. Sangat jarang orang seperti H. Askar. Pada posisi yang jatuh atau pernah kalah namun tetap bangkit kembali dan bertahan. Kita bisa lihat saat ini, H. Askar bisa mengkonsolidasikan para pendukungnya,” kata Komodor Abdul Haris Awi.

Dia mengatakan, H. Askar harus bertarung di Bulukumba untuk mengimbangi dominasi Tomy Satria Yulianto. Agar, lanjut Awi, demokrasi bisa lebih berkualitas dan legitamate dengan adanya pilihan-pilihan yang kapabel.

“Jika Tomy dianggap adalah titisan petahana dengan alasan relasi birokrasi dan posisinya sebagai Wakil Bupati yang berencana Hattrick, maka H. Askar harus menerima itu sebagai tantangan kompetisi. Sehingga jauh lebih berkualitas menurut saya, jika H. Askar maju di Bulukumba,” tegas Tim Strategi Pemenangan Kolom Kosong ini.

Lanjut Awi, pendukung dan loyalis H. Askar memiliki tugas berat. Dimana harus membujuk dan meyakinkan H. Askar bahwa di Pilkada Bulukumba adalah tempat berkontestasi yang tepat.

“Orang-orangnya pak H. Askar bagi saya harus berani bersikap. Ini juga adalah bagian dari tantangan, harus meyakinkan bahwa H. Askar selama ini diproses di Bulukumba. Sepertinya tidak bagitu baik, jika proses yang terjadi di Bulukumba, namun yang memetik buahnya adalah Konawe,” tutur Awi.

Diulang kembali, bahwa pertarungan kompetitif akan terjadi, jika Tomy Satri sebagai kandidat kuat akan dibayang-bayangi oleh politisi yang bisa konsisten bertahana sekaliber H. Askar.

“Beberapa kandidat lain juga memiliki peluang untuk meningkatkan kontestasi yang kompetitif. Apalagi waktu masih lama, sehingga masih memungkinkan untuk meningkatkan beberapa instrumen yang menjadi pertimbangan rakyat dalam menentukan pilihan,” tandasnya.(*)


BACA JUGA