#

Demi Pelayanan Air Bersih, Karyawan PDAM Tirta Jeneberang Gowa Tak Ambil Cuti Bersama

Senin, 03 Juni 2019 | 18:55 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Cuti bersama yang ditetapkan pemerintah yang jatuh pada tanggal 3, 4, dan 7 Juni 2019 tersebut ternyata tidak berlaku bagi Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa.

Humas PDAM Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa, Nurdiansyah mengatakan hanya mendapatkan libur pada pada perayaan Hari Raya Idul Fitri dan satu hari setelahnya saja.

“Tidak ada cuti bersama bagi karyawan PDAM Gowa, hanya libur pada tanggal 5 – 6 Juni saja, selebihnya tetap kerja seperti biasa,” ujar Nurdiansyah.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena turunnya produksi air PDAM Tirta Jeneberang. Sehingga karyawan harus tetap bekerja ekstra untuk memberikan pelayanan suplai air ke pelanggan.

“Ini karena kindisi kita yang tidak stabil akibat turunnya produksi yang disebabkan pasca bencana banjir yang lalu. Dimana produksi kita belum pulih 100 persen. Hal ini karena memang PDAM Gowa yang sudah kehabisan kapasitas produksi dan diperparah dengan masih belum berproduksinya IKK barombong karena bendung karet belum berfungsi dan sementara masih dalam tahap pekerjaan oleh Balai Besar Pompengan Jeneberang,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut pihaknya mengalirkan sebagian produksi IKK Pandang-pandang ke arah Pallangga dan Barombong, meskipun menurutnya tidak semua terlayani. Namun menurutnya, paling tidak sebagian pelanggan bisa mengalir pada malam hari. “Selebihnya kita terpaksa layani dengan mobil tangki,” lanjutanya.

Dengan adanya pengalihan sebagian produksi instalasi Pandang-pandang ke arah Pallangga dan Barombong, Nurdiansyah menyebutkan akan berpengaruh pada penurunan tekanan dalam kota Sungguminasa dan sekitarnya.

“Sejak PDAM Gowa tekenah bencana banjir yang merusak sekian banyak sarana produksi, memaksa kami untuk melakukan perbaikan dan penanganan sendiri, sampai sekarang belum ada bantuan apapun dari pihak manapun walau kami sudah laporkan secara tertulis ke pihak Satker SpAM sul sel, tapi kita baru pada tahap dijanji,” ungkapnya.

“Atas kondisi tersebut, kami sadari kalau mungkin terkadang pelayanan PDAM Gowa tidak maksimal. Tetapi bukan berarti kami tidak berusaha sesuai dengan kemampuan kami, untuk melakukan pelayanan secara berkualitas dan kuantitas. Kami bekerja 24 jam tetapi jika masih belum memuaskan pelanggan kami hanya mohon di maafkan,” tambahnya.(*)


BACA JUGA