#

Genjot Pembangunan, Sejumlah Mega Proyek Kabupaten Gowa Mulai Dikerjakan Bulan ini

Rabu, 12 Juni 2019 | 00:00 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Sejumlah pembangunan mega proyek infastruktur di Kabupaten Gowa akan mulai dikerja bulan ini, Juni 2019. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan beberapa waktu lalu.

“Seluruh perencanaan pembangunan infrastruktur fisik tahun ini akan kita mulai kerja pada 10 Juni 2019 bertepatan saat masuk kerja pasca lebaran,” ujar Adnan, Senin kemarin (10/6/2019).

Bupati Adnan mengungkapkan bahwa sejumlah pembangunan yang akan dimulai pada 2019 ini diantaranya pembangunan Bendungan Jenelata dengan anggaran Rp3 Triliun, pengerjaan pelebaran jalan poros Gowa – Takalar dengan anggaran sebesar Rp60 miliar serta perbaikan dan pelebaran jalan poros Malino dengan anggaran Rp25 miliar. 

“Tahun ini kita juga mendapat suntikan anggaran Rp50 miliar untuk lanjutan perbaikan dan pelebaran poros Malino,” ungkapnya. 

Selain itu, Adnan juga mengungkapkan 2019 juga menjadi tahun dimana akan dimulai pengerjaan pasar rakyat atau Pasar Bontorea yang berlokasi di Desa Panciro, Kecamatan Bajeng dengan menggelontorkan anggaran Rp15 miliar dari pemerintah pusat. 

Begitupun dengan perencanaan pembangunan perpustakaan modern yang ramah ibu dan anak dengan anggaran Rp12 miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. 

“Pembangunan Stadion Kalegowa yang berlokasi di Kecamatan Pallangga juga akan mulai dikerjakan. Tidak ketinggalan  pedestrian di Kota Sungguminasa, dimana pedestrian ini ramah penyandang disabilitas yang akan menggunakan saluran terbaru yakni U-Ditch atau saluran beton bertulang,” lanjutnya. 

Selain itu, Pemkab Gowa juga akan merevitalisasi Balla Lompoa dan Istana Tamalate secara menyeluruh. Khusus untuk konsep revitalisasi masih dalam tahap pembahasan dengan melibatkan para pakar, budayawan maupun keluarga kerajaan. 

“Revitalisasi Balla Lompoa dan Istana Balla Lompoa kita targetkan rampung pada 2020 karena memang pengerjaannya dipastikan memakan waktu yang lama. Pasalnya akan merubah total kawasan ini dengan tujuan untuk dijadikan icon pariwisata baru di Sulsel dan Gowa secara khusus,” tambah Bupati Adnan.(*)


BACA JUGA