Drainase KotaKU Gowa Mulai Dikerjakan

Jumat, 14 Juni 2019 | 06:31 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Drainase Program Konta Tanpa Kumuh (KotaKu) mulai dikerjakan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, H. Muchlis hadir langsung melakukan peletakan batu pertama di Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kamis (13/6/2019). 

Pada kesempatan tersebut, H. Muchlis berharap pengerjaan drainase tersebut bisa lebih dipercepat tanpa mengurangi kualitas, hal ini untuk mengejar ketertinggalan dari kelurahan lain.

Apalagi menurutnya, pembuatan drainase tersebut menyatu dengan konsep Kelurahan Pandang-pandang, Tompobalang hingga ke Jambatan Kambara.

“Apa yang telah dibangun saat ini saya harapkan bisa bertahan lama dengan cara dijaga sebaik mungkin oleh masyarakat sekitar. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan agar keindahan Kabupaten Gowa mampu kita wujudkan,” harapnya.

Sementara itu, Koordinator KotaKu Nurliah Ruma mengatakan bahwa pengerjaan drainase lingkungan tersebut merupakan program Kotaku Tanpa Kumuh (KotaKu) pada program Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM). 

Nurliah Ruma juga mengungkapkan drainase lingkungan akan dikerjakan dengan volume panjang 530 meter, dinding penahan tanah atau Talud sepanjang 150 meter, gorong-gorong drainase atau plat duiker sepanjang 1×6 meter dan RTH  150 meter dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp678,2 juta.

“Total dana Rp678,2 juta ini dengan rincian Rp565,1 juta dari BPM dan Rp113,1 juta dari swadaya masyarakat,” ungkapnya.

Lanjutnya, Kelurahan Sungguminasa merupakan kelurahan keenam yang dilakukan untuk kegiatan BPM tersebut setelah dilakukan di Kelurahan Batangkaluku, Kelurahan Romang Polong, Kelurahan Tompobalang, Kelurahan Pandang-pandang, dan Kelurahan Panccinongan. 

Ia juga menambahkan bahwa sudah ada beberapa kelurahan yang progres pengerjaannya telah mencapai 50 persen.

“Untuk sementara kegiatan BPM ini untuk enam kelurahan, khusus di Kelurahan Batangkaluku dan Romang Polong pengerjaannya sudah mencapai 50 persen,” bebernya.(*)


BACA JUGA