PBG Kabupaten Gowa menggelar seminar parenting dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2019 di Pelataran Istana Tamalate Sungguminasa, Sabtu (20/7/2019)

Peringatan HAN di Gowa Ajak Orang Tua Siswa Jadi Contoh yang Baik Gunakan Teknologi

Minggu, 21 Juli 2019 | 01:10 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Pusat Belajar Guru (PBG) Kabupaten Gowa menggelar seminar parenting dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2019 di Pelataran Istana Tamalate Sungguminasa, Sabtu (20/7/2019).

Ketua PBG Kabupaten Gowa, Abdul Karim Tahir mengatakan bahwa kegiatan yang mengangkat tema ‘Anak dalam arus teknologi informasi dan komunikasi problem dan solusinya’ akan membahas tentang dampak teknologi bagi anak.

Abdul Karim Tahir menilai bahwa saat ini  banyak anak-anak kita yang terkapar dan terkena dampak negatif dari perkembangan teknologi.

“Kami ingin menyadarkan orang tua betapa berbahayanya perangkat teknologi terhadap anak jika tidak dikontrol dengan baik. Dan melalui seminar ini bagaimana solusi untuk menanggapi dampak dari teknologi tersebut,” ungkapnya.



Sementara itu, Project Leader Putra Sampoerna Fondation (PSF) School Development outreach, Agus Sampurno mengungkapkan orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya dalam menggunakan teknologi.

“Kemudian orang tua memberikan contoh misalnya dengan tidak berkomentar yang sinis terhadap orang lain atau memberikan status atau update-update yang memberikan semangat, tidak curhat sembarangan karena orang dewasa pun masih sulit membedakan antara ruang publik dan ruang privat,” ungkapnya.

Di hadapan peserta seminar yang sebagian besar diikuti oleh guru dan orang tua siswa, Agus Sampurno juga mengungkapkan orang tua juga harus saling follow antara orang tua dan anak. 

Olehnya itu, ia berharap setelah pelatihan tersebut guru maupun orang tua yang hadir bisa mengenali potensi maupun mewaspadai hal-hal yang perlu, tidak hanya dari media sosial bisa juga dari tayangan-tayangan selama ini ada.

“Kami berusaha memberikan gambaran akan penggunaan teknologi atau dalam hal ini media sosial. Kalau anak-anak kita tidak punya orang yang kemudian mendampingi memberikan contoh yang baik maka mereka akan kesulitan nanti di masa depannya,” ungkapnya.(*)


BACA JUGA