Launching S.E.A Indonesia dihadiri mantan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, CEO MEC Indonesia Chandra Mindset dan Sherly Annavita sendiri pada Rabu (31/7/2019)

Dirikan S.E.A Indonesia, Sherly Annavita Launching Pertama di Makassar

Kamis, 01 Agustus 2019 | 14:38 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Dila Bahar - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Berangkat dari kekhawatiran akan anak-anak muda tentang masa depan Indonesia, Sherly Annavita Rahmi, lulusan Swinburne University of Technology Australia, mulai mendirikan S.E.A Indonesia.

S.E.A Indonesia yang merupakan sekolah public speaking di Indonesia ini, untuk pertama kalinya hadir di Indonesia diawali di Kota Makassar. Launching S.E.A Indonesia dihadiri mantan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, CEO MEC Indonesia Chandra Mindset dan Sherly Annavita sendiri pada Rabu (31/7/2019).

muhammad-ismak

“Awal mulanya saya baru lulus dari Australia, akhir tahun lalu. Saya pulang ke Indonesia, saya melihat pada akhirnya ada tanggungjawab sosial dan moral sebagai individu, sebagai warga negara, untuk pemuda Indonesia menuju 100 tahun Indonesia di tahun 2045,” jelas Sherly kepada Gosulsel.com usai launching S.E.A. Indonesia di Jl. Hertasing Makassar.

Sherly Annavita, pendiri S.E.A Indonesia

Menurutnya, siap tidak siap, pemuda Indonesia pada akhirnya akan diberi tongkat estafet kepemimpinan menuju 100 tahun Indonesia merdeka. Maka dengan keterbatasan, kata Sherly, S.E.A Indonesia kini hadir mempersiapkan anak-anak muda untuk bisa menghadapi tantangan ke depan.

“Masa depan itu adalah milik mereka yang mempersiapkannya hari ini, sehingga kita bisa tanya (kepada anak-anak muda), Indonesia nanti tahun 2045 seperti apa,” jelas perempuan kelahiran Aceh 12 September 1992 ini.

Ketika Sherly melakukan penelitian sosial terhadap 100 orang perwakilan anak muda di Jakarta, ia mendapatkan hasil bahwa terdapat 80 persen anak muda yang tidak tahu tentang gambaran Indonesia di masa akan datang.

“Ini kan berarti ada yang salah dengan potensi anak muda sekarang yang termasuk mayoritas dalam statistik kependudukan Indonesia. Kita terlalu terlena dengan teknologi yang kita punya sebagai milenial. Di tangan kita ada gadget, sekali klik semua informasi bisa kita sebar, bukan hanya seluruh Indonesia bahkan dunia,” jelas Sherly.

“Sehingga saya pikir, ada satu kewajiban bagi sherly untuk menyadarkan dan merapikan barisan anak muda untuk siap menyambut Indonesia, salah satunya adalah di inspiring public speaking school Indonesia,” tambahnya.

Sekolah public speaking ini tidak hanya mempelajari bagaimana menjadi public speaker yang baik, namun juga dapat mengembangkan berbagai macam skill yang akan berkolaborasi dengan para aktivis di bidangnya masing-masing.

“Nanti akan ada kolaborasi dengan para aktivis lainnya yang memang punya skill yang berbeda. Misalnya, mereka punya skill writing, kita kasih spotnya, karena bakat itu berbeda-beda, cara mengungkapkan gagasan ada yang lewat lisan, tulisan, fotografi dan lain-lain. Jadi, selama anak muda membawa keresahan yang sama, visinya sama, maka kita akan bertemu apapun skillnya,” terangnya.

Sherly mengatakan, Makassar dipilih sebagai kota pertama hadirnya S.E.A Indonesia karena merupakan starting point dari kawasan timur Indonesia. Selain itu, juga menjadi representasi untuk Indonesia bagian timur.

Ia juga menyebutkan bahwa Makassar memiliki banyak cerita kepahlawanan yang patut dicontoh. Seperti cerita kepahlawanan Sultan Hasanuddin, kisah begawan hukum Baharuddin Lopa, serta kisah legendaris para pelaut dari Sulawesi.

“Kisah-kisah mereka sudah ke seluruh dunia sehingga tidak ada yang bisa menghalangi mereka untuk meyakini apa yang mereka yakini. Jadi saya pikir itu sudah cukup alasannya untuk menjadi ikon Indonesia,” terangnya.

Sementara untuk kelasnya sendiri, Sherly menyebutkan tidak ada batasan peserta. Biaya pendaftaran mulai dari Rp1-3 juta dengan jaminan peserta akan dilatih sampai bisa untuk berbicara dengan baik di depan umum. 

“Dalam waktu dekat kita akan ada melakukan Training of Trainer, dan itu akan dibuka kepada seluruh teman-teman Indonesia yang ingin bergabung menjadi trainer. Karena Sherly yakin sekali sebetulnya ada banyak sekali anak muda yang dia sudah punya basic. Tinggal merapatkan barisan. Insya Allah bulan depan sudah mulai jalan,” tambahnya.

Ke depannya, S.E.A Indonesia akan buka di Samarinda, kemudian berlanjut ke pulau Jawa dan Sumatera.(*)