Ribuan masyarakat Kabupaten Gowa mensalatkan jenazah mantan Bupati Gowa dua periode, Ichsan Yasin Limpo (IYL) di Masjid Agung Syekh Yusuf, Kamis (1/8/2019)

Ribuan Warga Penuhi Masjid Agung Syekh Gowa Ikut Salatkan Jenazah IYL

Kamis, 01 Agustus 2019 | 14:44 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Ribuan masyarakat Kabupaten Gowa mensalatkan jenazah mantan Bupati Gowa dua periode, Ichsan Yasin Limpo (IYL) di Masjid Agung Syekh Yusuf, Kamis (1/8/2019).

Hal tersebut terlihat di bagian halaman masjid hingga ke dalam bahkan sampai di lantai dua dipenuhi jamaah yang ingin langsung melepas jenazah IYL sebelum ke peristirahatan terakhirnya. 

muhammad-ismak

Ribuan masyarakat tersebut terdiri dari berbagai organisasi pemerintah daerah (OPD), tokoh politik, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan seluruh simpatisan almarhum IYL.

Salah satunya Hariani warga Kelurahan Pandang-Pandang, Kecamatan Somba Opu. Dirinya mengaku, sangat merasakan kebijakan yang diberlakukan IYL selama masa menjabatnya sebagai Bupati Gowa terutama dalam bidang pendidikan. 



“Saya mi ini paling rasa pendidikan gratisnya Bapak Punggawa. Almarhum ini orang yang sangat baik dan murah senyum, dulu waktu jadi bupati setiap hari Jumat dia mengunjungi daerah kami untuk menanyakan langsung apa-apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” kenangnya.

Dengan kebijakan tersebut, Hariani mengatakan telah berhasil menyekolahkan dua anaknya dan empat ponakannya dari TK hingga SMP dengan gratis. 

“Tidak ada biaya saya keluarkan anak ku sekolah. Sifat almarhum ini juga sama sekali dengan anaknya Bapak Bupati Gowa sekarang, sama-sama perhatian dengan masyarakat kecil,” ujarnya. 

Atas dedikasi yang dilakukan IYL semasa hidupnya sudah sepantasnyalah memberikan penghormatan terakhir untuk tokoh perubahan di Kabupaten Gowa ini. “Kami doakan bapak IYL khusnul khotimah,” ujarnya. 

Sementara koordinator Kota Tanpa Kumuh (KotaKu) Nurlia mengatakan, dirinya telah mengenal sosok IYL sudah sejak lama baik di kalangan LSM maupun penggiat kegiatan sosial kemasyarakatan. Sosok IYL ini menjadi panutan baginya karena almarhum dikenal sebagai sosok bertanggungjawab dan memiliki komitmen tinggi dalam setiap amanah. 

“Saya sangat kehilangan Bapak IYL yang selalu akrab saya panggil Punggawa. Kepergiannya seperti membawa luka yang sangat dalam,” ucapnya terisak. 

Ia mengungkapkan, satu pesan almarhum IYL yang selalu dikenang hingga saat ini yaitu dirinya selalu mengajarkan agar dalam hidup jangan pernah berhenti berjuang dan jangan pernah makan makanan yang tidak halal. 

“Ini petuah yang selalu saya ingat dan implementasikan dalam bekerja. Almarhum selalu ajar saya untuk hidup dengan jujur,” katanya. 

Selain mensalatkan langsung, dirinya bersama rombongan pengurus KotaKu dan Sanggar Pendidikan Anak Saleh (SPAS) Gowa akan mengantarkan jenazahnya hingga ke pemakaman dan memberikan penghormatan terakhirnya. 

“Sungguh saya tidak bisa membalas dan berterima kasih dalam bentuk apapun. Makanya hari ini saya ingin memberikan penghormatan sesempurna mungkin,” kenang Nurlia yang juga Koordinator KotaKu Gowa.(*)

BACA JUGA