FOTO: Suasana pertemuan Loka Karya Lintas Sektor dan penandatangan komitemen/Kamis, 8 Agustus 2019/Junaedi/GOSULSEL.COM

Cegah Stunting, Puskesmas Pallangga Galang Komitmen Lintas Sektor

Jumat, 09 Agustus 2019 | 11:22 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Pencegahan dini stunting menjadi perhatian khusus Puskesamas Pallangga. Hal tersebut terlihat dengan dilakukannya penggalangan komitmen lintas sektor untuk mendukung Kelompok Kerja Cegah Stunting dengan Kelor (Kejar Stunting).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pertemuan Loka Karya Lintas Sektor dan penandatangan komitemen yang dilakukan oleh sejumlah pihak yang hadir dalam pertemuan di Planet Becham, Kamis (8/8/2019).

muhammad-ismak

“Stunting merupakan isu Nasional yang viral. Stunting atau yang biasa disebut “Dattulu” menjadi perhatian serius pemerintah dalam pencegahannya. Stunting dapat mengakibatkan anak kurang gizi, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit,” kata Camat Pallangga, Taufik M Akib yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Lanjut Taufik M Akib, ia menyebutkan ada beberapa cara dalam pencegahan stunting yaitu mengkonsumsi gizi dan vitamin yang seimbang, Sanitasi, ASI Eksklusif dan konsumsi kelor.



“Olehnya itu dengan kegiatan Lokakarya ini Kita mengevaluasi sampai sejauh mana dalam pencegahan stunting dan apa-apa saja yang sekiranya menjadi kendala,” lanjutnya.

Olehnya itu, Taufik M Akib berharap sinergitas stakeholder dalam pencegahan dini stunting di Kecamatan Pallangga tetap terpelihara dan terjaga dengan baik. “Sehingga dalam monitoring dan evaluasi pencegahan dini stunting terus kontinu dan berkelanjutan demi masa depan Anak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Puskesamas Pallangga, dr Gaffar mengungkapkan bahwa sudah melakukan beberapa upaya untuk pencegahan stunting yang berada di wilayah UPT Puskesmas Pallangga.

“Kita sudah melakukan sosialisai stunting bersama Tim PKK Kabupaten, kecamata Pallangga dan PMD Kabupaten Gowa sejak November 2018 lalu. Kita juga sudah Launching Kejar stunting yaitu kelompok kerja cegah stunting dengan kelor di Kelurahan Parangbanoa kerjasama PKK kecamatan Pallangga dan kelurahan Parangbanoa. Kemudian kita sementara pendataan balita dan melakukan penggalangan komitmen,” ujarnya.

Lanjutnya, Kejar Stunting juga bersinergi langsung dengan program 1000 hari pertama kehidupan. Mulai dari edukasi pranikah (liontin catin) bekerjasama dengan KUA Pallangga. Kemudian pada saat hamil yang menyangkut kualitas kesehatan ibu hamil. 

“Dan ada banyak program intervensi, seperti ammaca,  sarebayao,  akino gikurno,  kwik wins (1 bumil 4 pendonor). Itu semua tidak lain untuk menyelamatkan ibu hamil dari persalinannya. Dan setelah lahir ada program ayah ASI,  pemberian sertifikar akte lahir, sertifikat imunisasi, kejar stunting bagian dari 1000 hari pertama kehidupan,” jelasnya.

“Setelah tumbuh menjadi balita ada program kecamatan ramah anak, puskesmas ramah anak sehingga 100 Milyar sel otak sudah terbentuk difase tumbuh kembag yaitu di 1000 hari pertama kehidupan kemudian saatnya distimulasi di ruang ramah anak, termasuk di sarana pendidikan formal dan informal,” tambahnya.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pihak seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, Danramil Pallangga, Kapolsek Pallangga, Koordinator Pendidikan Wilayah Kecamatan Pallangga, Para Kepala Sekolah, Lurah, Kepala Desa, Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan dan Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan.(*)

BACA JUGA