FOTO: Suasana kuliah umum Unibos Makassar. Kali ini Unibos kembali menghadirkan Rocky Gerung sebagai keynote speaker pada kegiatan yang bertajuk membangun pemikiran kritis/Selasa, 17 September 2019/Ist

Dorong Mahasiswa Berwawasan Global, Unibos Hadirkan Rocky Gerung

Selasa, 17 September 2019 | 20:57 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Universitas Bosowa kembali menghadirkan Rocky Gerung pada kuliah umum bertajuk “Membangun Pikiran Kritis” di Balai Sidang 45, Jalan Urip Sumiharjo, Makassar, Selasa (17/9/2019).

Rektor Unibos, Prof. Saleh Pallu menyambut langsung kedatangan Rocky. Kegiatan yang dihadiri Rocky ini diharapkan bisa mewujudkan mahasiwa berwawasan global dan untuk memotivasi mahasiswa mewujudkan salah satu pilar Unibos.

muhammad-ismak

Dalam kuliah umum yang dihadiri 1.600 mahasiswa dan dosen Unibos ini juga turut disaksikan CEO PSM Munaffri Arifuddin yang memberikan sambutan mewakili Founder Bosowa.

Appi sapaan Munafri menuturkan, kampus itu merupakan tempat dimana mahasiswa dapat melatih diri untuk melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang yang dimiliki.

“Kampus memang telah menjadi tempat lahirnya para pemikiran kritis, jadi mestinya kampus adalah tempat yang diidam-idamkan bagi seluruh generasi penerus. Karenan disini mereka bisa menuangkan apa yang mereka inginkan dan mereka pikirkan,” tutur Appi.

Prof Saleh Pallu mengatakan, pikiran kritis itu apabila seseorang atau mahasiswa dapat merespon suatu informasi dan menyelesaikan masalah tersebut jika memang berbeda dengan yang semestinya terjadi.

“Generasi pelanjut mestinya menjadi mahasiswa yang mengikuti masa transisi. Masa dimana dapat memikirkan hal-hal yang lebih peka terhadap sekitar, masa dimana harus menuangkan ide,” tutur Prof Saleh.

Sementara itu, pada kuliah umum ini, Rocky Gerung yang menjadi pemateri dipandu Dekan Fisipol Unibos, Airef Wicaksono memberi tantangan bagi mahasiswa agar dapat menuangkan pemikiran kritisnya melalui prestasi.

“Prestasi itu menguatkan diri. Jika ingin berprestasi dalam mengkritik, maka kritiklah dengan argument yang logis, bukan hanya karena emosi semata. Pada dasarnya semua manusia memang memiliki dimensi kritis,” ujar Rocky.

Tetapi, kata dia pikiran hanya akan menjadi pikiran apa bila kita memiliki lawan pemikiran. Untuk dunia kampus, simbol pikiran mahasiswa itu adalah toga.

“Toga menandakan bahwa mahasiswa sebelumnya telah menuangkan pemikiran dalam proses belajarnya kurang lebih 4 tahun. Maka karena kampus sudah percaya jika mahasiswa telah berpikir, diberilah toga sebagai tanda mahasiswa dapat melanjutkan pemikirannya melalui pengabdian pada masyarakat,” jelas Rocky Gerung.(*)


BACA JUGA