Bupati Enrekang Muslimin Bando saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (30/9/2019)

Cerita Bupati Enrekang Soal Warganya yang Jadi Korban Kerusuhan Wamena

Senin, 30 September 2019 | 20:46 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Dari puluhan korban meninggal dunia akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena, Provinsi Papua empat diantaranya merupakan warga Kabupaten Enrekang.

Bupati Enrekang Muslimin Bando mengatakan ada empat orang warganya yang meninggal akibat kerusuhan di Wamena. Sisanya ada puluhan yang mengungsi.

“Saya terima tadi malam itu, kembali menerima 20 orang lagi. Itu baru warga dari satu dusun, Dusun Paraja, Desa Tuncung, Kecamatan Maiwa, Enrekang,” kata Muslimin ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (30/9/2019).

Muslimin mengatakan empat orang yang meninggal merupakan satu keluarga. Saat itu, ada tujuh orang penghuni rumah saat kejadian kebakaran terjadi.



“Penghuninya tujuh orang, anaknya yang kelas empat SD lagi di sekolah, dua orang suami istri lari ke kandang ayam, yang empat orang lainnya masuk kamar mandi,” jelasnya.

“Terus terjadi kebakaran karena korslet listrik, mereka keluar masuk kamar tidur, tapi tetap terbakar karena tidak bisa keluar,” lanjutnya.

Empat warga yang meninggal tersebut telah dievakuasi ke Sulsel. Dua diantaranya dimakamkan di Enrekang, sementara dua lainnya di Segeri Kabupaten Pangkep.

Dia menyebutkan hingga saat ini sudah ada 30 lebih warga Enrekang yang kembali dari Wamena. Pihaknya masih terus mendata dan memantau warga lainnya yang akan kembali.

Warga Enrekang, kata Muslimin, yang ada di Wamena kebanyakan bekerja sebagai pedagang. Sisanya ada jadi PNS, pegawai Pertamina hingga pekerja bangunan atau proyek.

“Tentu kita melalui dinas sosial memberikan perhatian khusus. Kita lihat perkembangan selanjutnya, semoga cepat aman dan bisa kembali berusaha di sana,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA