Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat memberi sambutan pada pelantikan Pimpinan Definitif DPRD Kabupaten Gowa pada rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gowa, Senin (14/10/2019)

Siapa Penantang Kuat Adnan Purichta di Pilkada Gowa?

Minggu, 24 November 2019 | 17:08 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Petahana Adnan Purichta Ichsan untuk Pilkada Gowa telah mendapat dukungan terbuka dari sejumlah partai politik. Diantaranya Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). Alasan keduanya lantaran Adnan dinilai adalah kepala daerah yang berprestasi serta sulit mendapat lawan yang mampu menyaingi kekuatan Bupati termuda di Indonesia bagian timur ini.

Meski begitu, pengamat politik menilai bahwa Adnan bukan berarti tanpa figur penantang. Arief Wicaksono, pengamat politik dari Universitas Bosowa Makassar mengatakan bahwa Adnan berasal dari klan politik yang kuat, sehingga untuk mencari lawan yang berat harus berasal dari dirinya sendiri.

muhammad-ismak

“Untuk kabupaten Gowa, petahana Adnan IYL, berasal dari keluarga politisi handal dan telah menguasai Gowa selama beberapa waktu ini. Maka, lawan yang berat bagi petahana justru berasal dari dirinya sendiri,” kata Arief, Minggu (24/11/2019).

Adnan dikenal memiliki banyak pemilih militan. Untuk mempertahankan loyalis dan barisan pendukung, menurut Arief dipengaruhi dari komitmen dan konsistensi gerak perjuangan dan prestasi.

“Seberapa besar dia bisa komitmen dan konsisten dengan gerak perjuangan dan menjaga prestasinya, akan mempengaruhi belok atau tidaknya dukungan masyarakat kepada calon lain,” ungkapnya.

Dikatakan pulan, ada dua figur yang cukup memiliki peluang bisa menjadi penantang Adnan, meskipun hingga saat ini belum pernah menyampaikan sikap bulat akan ikut bertarung di Pilkada Gowa. Mereka adalah Sekretaris Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin dan Wakil Ketua DPP PPP Amir Uskara.

“Adapun figur yang cukup kuat untuk melawan petahana di Gowa adalah figur yang selama ini berjuang melalui jalur lain, misalnya jalur legislatif, dan bukan jalur eksekutif. Misalnya ada Dharmawangsa Muin dari fraksi Gerindra yang sekarang menduduki pimpinan DPRD Sulsel dan juga ada figur yang tidak bisa dianggap remeh seperti Amir Uskara, anggota DPR RI dari fraksi PPP, yang dari masa ke masa di Gowa, juga memiliki irisan politik dengan keluarga YL,” ungkap Arief.

Akan tetapi, Adnan dinilai adalah figur yang tetap diuntungkan pada hajatan politik lima tahunan 2020 mendatang. Sebagai status petahan, Adnan memiliki banyak keuntungan.

“Pertama, hanya petahanalah yang dicitrakan telah berpengalaman memimpin, apalagi jika dalam masa kepemimpinannya, ada semacam prestasi yang telah dibuat. Kedua, karena petahana dianggap telah berpengalaman, maka kemungkinan besar jejak kekuatan birokrasi Pemda akan banyak mendukung ketimbang menolak,” ungkapnya.

“Yang ketiga, karena didukung oleh kekuatan birokrasi, maka petahana bisa juga dianggap sebagai representasi dukungan masyarakat, karena pasti petahana juga memiliki basis dukungan secara pribadi dan kekeluargaan sendiri,” demikian Arief.(*)


BACA JUGA