Sebanyak 54 orang tenaga perencana instansi lingkup Pemkab Gowa yang didominasi para kepala sub bagian perencana Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG), di Hotel Grand Imawan Makassar, (26-28/11/2019).

45 Tenaga Perencana Pemkab Gowa Dilatih Pahami Isu Gender

Selasa, 26 November 2019 | 19:49 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Sebanyak 54 orang tenaga perencana instansi lingkup Pemkab Gowa yang didominasi para kepala sub bagian perencana Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG), di Hotel Grand Imawan Makassar, (26-28/11/2019).

Kepala Dinas, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham mengatakan bimtek sekaligus pelatihan penyusunan perencanaan PPRG ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi dan menyatukan pemahaman terhadap sistem penganggaran berkaitan dengan kegiatan dan program responsif gender.

muhammad-ismak

“Jadi sasaran kita, fasilitator agar dapat memahami isu gender dan meningkatkan pemahaman dan keterampilan yang komprehensif selaku perencana dalam menyusun PPRG tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten 1 bidang pemerintahan Pemkab Gowa, Muh Rusdi sekaligus membuka bimtek dan pelatihan tersebut mengungkapkan PPRG merupakan salah satu mekanisme yang dibangun untuk mempercepat pelaksanaan strategi pengarusutamaan gender dalam pembangunan.

” PPRG dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi dalam pelaksanaan perencanaan dan penganggaran responsif gender serta memastikan mutu atas penyelenggaraan PPRG di daerah,” kata Rusdi.

Lanjutnya, isu gender sangat berkaitan dengan masalah ketidakadilan yang menimpa baik laki-laki maupun perempuan. Adapun unsur penting yang menyebabkan timbulnya isu gender adalah hubungan gender yang timpang dan konsekuensinya terhadap seseorang dalam memperoleh akses manfaat.

“Hal inilah yang menjadi target Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam menerapkan strategi pengarusutamaan gender di daerah,” ujarnya.

Kegiatan ini awal dari rangkaian kegiatan upaya penyediaan data terpilah untuk meraih penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (APE).

“Karena itu seluruh peserta diharap mampu mentransformasikan pengarusutamaan gender ke dalam kegiatan di kecamatan masing-masing sehingga tersedia data yang akurat dan terpilah,” ujarnya. (*)

Sekedar diketahui kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut akan menghadirkan dua narasumber masing-masing Andi Yudha Yunus fasilitator PPRG Provinsi Sulsel dan Pebriani M dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sulsel.(*)


BACA JUGA