FOTO: Bupati Wajo, Amran Mahmud foto bersama dengan sejumlah fungsionaris Padangkang Wajo saat menghadiri temu padangkang dan seminar kewirausahaan di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo/Minggu, 12 Januari 2020/Ist
#

Bupati Ajak “Padangkang” Wajo Tumbuhkan Perekonomian

Senin, 13 Januari 2020 | 09:30 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

WAJO, GOSULSEL.COM – Bupati Wajo, Amran Mahmud mengapresiasi kegiatan temu Padangkang 2020 yang dirangkaikan dengan seminar kewirausahaan di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Minggu (12/1/2020).

Kegiatan ini diinisiasi oleh pengusaha asal Wajo yang sukses dirantauan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wajo dan pengusaha lokal.

Dalam sambutannya saat mengahdiri kegiatan itu, Amran Mahmud menyampaikan ucapan selamat datang kepada para coach dan para tamu undangan di Kota Sengkang. Dia berharap kehadiran dari para pengusaha sukses nasional dapat memberikan spirit dan dapat mentransfer ilmu untuk masyarakat Wajo.



Amran mengatakan, Pemerintah Daerah menggaungkan program wirausaha dan salah satu misi yang digenjot adalah menggerakkan roda perekonomian.

“Pasa tahun 2018 , perekonomian anjlok sampai 1,7% , yang mana pernah dikisaran 9%. Dan Alhamdulillah, berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) di tahun 2019 ini digenjot berbagai upaya, dan sudah diatas 4%. Target di tahun 2020 ini bisa menjadi 7%,” kata Amran.

Amran menegaskan, dengan berbagai upaya dilakukan untuk mendorong roda perekonomian makin membaik. Dengan jangka sampai 2024 akan mencetak 10.000 enterpreneur.

“Tentu ini butuh dukungan dari seluruh stakeholder, jika hanya mengharapkan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), maka tentu kita tidak akan mampu mencapai 10.000 enterpreneur, makanya kita akan coba mengkolaborasi,” ujar Amran.

“Termasuk hari ini, kami menyampaikan terima kasih yang tinggi kepada coach internasional kita serta coach nasional kita, beserta seluruh yang hadir di tengah-tengah kita untuk berbagi semangat merubah mental, merubah mindset generasi muda kita, sehingga menjadi generasi entrepreneur,” imbuhnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, Padangkang dalam bahasa Bugis artinya pedagang. Dimana saat peperangan di Tosora dan warga Wajo kalah perang pada saat itu, maka banyak orang-orang Wajo yang keluar daerah untuk merantau ke Kalimantan, Papua, Jawa, Singapura, Malaysia sampai Brunei.

“Dan mereka menjadi orang-orang besar di sana. Menjadi pedagang yang berhasil menjadi entrepreneur,” lanjutnya.

Dikatakan Amran, jika bicara interpreneur, dari dulu orang Wajo memang memiliki jiwa perdagangan atau bisnisman.

“Kehadiran para coach ini merupakan sebuah kekuatan besar. Dia support penuh kegiatan ini, dan saya mengajak OPD serta Camat untuk mengawal ini dengan serius,” katanya.(*)


BACA JUGA