ACT dan MRI Sulawesi Selatan memberikan bantuan beras kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizhul Qur'an Darul Istiqamah, di Desa Loeha Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur, Minggu kemarin (19/1/2020)

Tempuh Jarak Ratusan Kilometer, ACT MRI Sulsel Bantu Ponpes Tahfizhul Qur’an di Lutim

Senin, 20 Januari 2020 | 18:02 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

LUWU TIMUR, GOSULSEL.COM — Setelah menempuh perjalanan sekitar 14 jam, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesai (MRI) Sulawesi Selatan akhirnya sampai Desa Loeha Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur, Minggu kemarin (19/1/2020).

Hasan, salah satu tim relawan ACT MRI Sulsel mengatakan bahwa kedatangannya ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizhul Qur’an Darul Istiqamah yang jaraknya ratusan kilometer dari Ibu Kota Sulsel yaitu Kota Makassar ini untuk memberikan bantuan beras.

“Butuh waktu setidaknya 14 jam untuk tiba di sini. Tak hanya lewat darat, tim juga mesti menyeberangi Danau Towuti untuk bisa sampai di titik lokasi pesantren. Tapi Alhamdulillah itu membuat kami bersyukur, sebab amanah dari para dermawan betul-betul tepat sasaran dan peruntukannya,” kata Hasan.

Lanjutnya, Ponpes yang berada di kabupaten paling ujung timur Sulawesi Selatan tersebut memiliki 96 jiwa santri dan juga pengelolah pesantren. Lokasi pesantren terpencil berdiri di pesisir Danau Towuti. Pesantren tersebut telah aktif membina santri sejak tahun 1990-an silam.



“Sambutan hangat khas pondok dan juga rekahan senyum segenap santri mengobati lelah setelah melakukan perjalanan ratusan kilometer dari pusat Kota Makassar. Inilah kesan pertama yang kawan-kawan relawan saksikan ketika kembali menyapa pesantren perjuangan yang berada di Luwu Timur,” ucapnya.

Hasan juga menjelaskan tak hanya santri, kondisi pesantren seperti fasilitas dan sarana prasarana pondok juga butuh dibantu. Menurutnya masjid, ruang belajar, dapur umum hingga asrama santri, semuanya kelihatan kumuh dan butuh sentuhan.

“Butuh sentuhan agar pembinaan di pondok yang telah banyak mencetak alumni hingga ke Timur Tengah ini bisa maksimal. Kami juga menyempatkan menginap semalam di pondok menyaksikan dan berbaur dengan suasana pesantren. Sebab kapal angkut penyeberangan hanya beroperasi sekali dalam sehari,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Tahfizhul Qur’an Darul Istiqamah Ustadz Anwar Muslim LC menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada segenap tim ACT dan Dermawan atas perhatiannya yang tidak tanggung-tanggung.

“Kami ucapkan terima kasih, jauh-jauh menempuh perjalanan untuk bisa tiba di pondok kami. Semoga Allah merahmati dan memudahkan seluruh urusan saudara-saudara di ACT, para muhsinin dan muhsinat, segenap Dermawan dan siapapun yang terlibat dalam amal jariyah raksasa ini,” ucapnya.(*)


BACA JUGA