ACT MRI Sulsel menyalurkan 250 kg beras dengan kualitas terbaik di Kampung Minanga Aka'e dan Turungan, Biringtasi Kab. Pinrang, Prov. Sulsel, Rabu (22/4/2020)

Di Tengah Wabah Covid-19, ACT MRI Sulsel Bantu Petani di Pinrang

Jumat, 24 April 2020 | 16:41 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

PINRANG, GOSULSEL.COM — Selain sektor kesehatan, sektor pangan turut terdampak pandemi Covid-19. Penguatan di sektor pangan tidak hanya dilakukan dalam bentuk pendistribusian pangan tetapi juga melibatkan petani dan buruh tani dalam Program Pemberdayaan 1000 Petani untuk Operasi 1.000.000 ton beras gratis di Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Pada Rabu (22/4) ACT MRI Sulsel berkunjung ke huler padi UD. Berkah Mulaya milik H. Jufri di Dusun Paero, Desa Paero, Kec. Mattiro Bulu, Kab. Pinrang, Prov. Sulsel untuk melihat secara langsung proses pembuatan beras.

Nilawati yang merupakan salah satu penerima manfaat mengucapkan rasa terima kasihnya kepada relawan ACT MRI Sulsel yang menyalurkan bantuan tersebut



“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dengan adanya program beras gratis ini,” ungkapnya

Senada dengan itu, Herman selaku Kepala Lingkungan Desa Minangakae sangat mengapresiasi ACT MRI Sulsel dalam program ini.

“Program ini sangat membantu masyarakat, utamanya bagi mereka yang bermukim di pesisir sebab banyak masyarakat pra-sejahtera yang secara ekonomi sangat terganggu penghidupannya akibat merebaknya virus Covid-19,” jelasnya.

Melalui program ini, ACT MRI Sulsel menyalurkan 250 kg beras dengan kualitas terbaik di Kampung Minanga Aka’e dan Turungan, Biringtasi Kab. Pinrang, Prov. Sulsel yang disalurkan kepada 50 kepala keluarga yang belum pasti kapan berakhir ini dan momen Bulan Suci Ramadhan yang segera hadir, tanda cinta dari umat ini datang membawa sukacita di rumah-rumah para penerima manfaat.

Di sisi lain, Kepala Cabang ACT Sulsel Faizal mengatakan, pandemik Covid-19 harus ditangani bersama agar tidak menciptakan bencana sosial yang lebih besar seperti kemiskinan dan kelaparan. Oleh sebab itu, instrumen pangan menjadi langkah penyelamatan utama dalam menghadapi Covid-19. Keterlibatan petani dalam program ketersediaan pangan di masa pandemi ini layaknya perjuangan para pahlawan medis di garda terdepan dalam menangani Covid-19.

“Pandemi Covid-19 adalah masa yang sulit bagi kita semua. Di tengah situasi seperti ini, jangan berdiam diri. Semua bisa berkontribusi, apa pun profesinya. Dokter, aparat keamanan, pekerja kemanusiaan, bahkan petani. Saat wabah menjalar luas seperti saat ini, umat sangat membutuhkan pangan. Para petani yang terus berkontribusi dalam penyediaan pangan tak berbeda jauh dengan elemen masyarakat lainnya yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi corona,” jelas Faizal.

Penyediaan pangan menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di Indonesia. Namun lebih jauh dari itu, produsen pangan yang dalam hal ini adalah petani, juga perlu didukung agar pasokan pangan dalam bentuk beras tetap dapat dijamin ketersediaannya. Nantinya, beras yang dihasilkan akan didistribusikan melalui program Operasi Beras Gratis dan Operasi Pangan Gratis.

Hadirnya Pemberdayaan 1000 Petani Indonesia melengkapi lini program pangan ACT lainnya untuk penanganan dampak Covid-19, selain Operasi Pangan Gratis dan Operasi Beras Gratis yang sudah berjalan. Berbeda dengan program yang lainnya, target program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia adalah kelompok petani atau kelompok yang beraktivitas dalam kegiatan produksi pangan.

ACT juga mengajak sahabat dermawan untuk ikut berpartisipasi membantu saudara sebangsa ditengah pandemi covid-19 ini melalui rekening Aksi Cepat Tanggap BNI SYARIAH # 777 1659 997 atau langsung ke kantor ACT cabang Sulsel di Jl. Sultan Alauddin Plaza Ruko BB No.11 Makassar, untuk info dan konfirmasi dapat melalui whatsapp center 0822 1000 9756. Untuk info dunia kemanusiaan lainnya, sahabat dermawan dapat mengikuti akun instagram @act_sulsel.(*)


BACA JUGA