Sulsel Bercerita menggelar penyuluhan di BIKiNBIKiN Nipah Mall

Menuju Provinsi Hemat Energi, Sulsel Bercerita Gelar Penyuluhan di BIKiNBIKiN Nipah Mall

Rabu, 05 Februari 2020 | 22:52 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Dukungan Program Kerjasama Indonesia-Jerman yang dilaksanakan oleh GIZ PAKLIM (Policy Advice for Environment and Climate Change) serta didukung oleh Kementerian PPN/Bappenas dan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan, maka diselenggarakan kegiatan “SULSEL BERCERITA”, sebuah bentuk penyuluhan model baru sekaligus gerakan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Selatan mendukung Pembangunan Rendah Karbon.

Aksi ini merupakan upaya bersama dalam mengatasi perubahan iklim global, salah satunya adalah dengan mendorong Sulawesi Selatan menjadi provinsi hemat energi.

Handrich Kongdro, salah satu panitia pelaksana dari Sulsel Bercerita mengatakan “Mengangkat tema Efisiensi Energi, “SULSEL BERCERITA” berlangsung mulai tanggal 4-5 Februari 2020 di BIKiNBIKiN Creative Hub, Nipah Mall, sebuah mal yang dibangun dengan konsep ramah lingkungan.



Kegiatan ini dimulai dengan pemaparan materi oleh Eko Sudarmawan, Kepala Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi Kementerian ESDM, kemudian dilanjutkan dengan Talkshow bersama narasumber lokal dari kalangan akademisi, pemerintahan, perusahaan, dan komunitas: Setyawati Yani, PhD dari Fakultas Teknologi Industri UMI, Anggriani dari Dinas ESDM Sulsel, Fidaan Azuz dari BAPPEDA Sulsel, Daud Rianto dari Nipah Mall, Arfah Aksa dari GASS (Gabungan Admin Sulawesi Selatan) dan Ahmad Zuhael ‘Abu’ dari PASKI (Persatuan Seniman Komedi Indonesia).

“Seluruh rangkaian acara difasilitasi oleh tim dari Impact Hub Jakarta yang mendesain aksi ini bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ungkap Handrich.

Selain memfasilitasi diskusi antar pemangku kepentingan, “SULSEL BERCERITA” juga mengadakan workshop pembuatan konten kreatif dan positif lewat media sosial Instagram untuk memperkenalkan gaya hidup hemat energi. Peserta diajak untuk mempraktekkannya langsung di lapangan dan ditantang untuk membuat konten hanya dalam 21 jam, dimana karya terbaik akan memenangkan hadiah-hadiah berupa peralatan konten kreasi.

Harapannya kegiatan ini dapat menjadi pola komunikasi yang efektif untuk terus mengedukasi masyarakat lewat cerita-cerita yang berdampak positif menuju provinsi hemat energi.(*)


BACA JUGA