Pembangunan di Manggala, Dinas PU Makassar Alokasikan Rp31 Miliar

Rabu, 05 Februari 2020 | 15:18 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar di tahun anggaran 2020 ini, rencananya akan mengalokasikan anggaran pembangunan di kecamatan Manggala. Total dana yang dikucurkan ialah mencapai sekitar Rp 31 Miliar.

Hal itu diungkap Kepala UPTD Lampu Jalan, Dinas PU Kota Makassar, Achmad Jusri. Ini saat memberikan tanggapan dalam sesi diskusi di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Manggala di Aula Kantor Camat Manggala, Rabu (5/02/2020).

“Tahun ini, 2020, kecamatan Manggala menjadi kecamatan penerima alokasi anggaran terbesar kedua setelah kecamatan Biringkanaya, yaitu sebesar Rp 31 Miliar,” ungkap Jusri mengawali paparannya.

Alokasi anggaran tersebut lanjut Jusri, terbagi menjadi pembangunan sarana drainase sebesar Rp17,5 M. Pembangunan Jalan dengan dana DAK Rp8,6 M. Pembangunan jalan lingkungan, paving blok Rp5 Miliar.

Sekaitan dengan hal itu, Jusri juga menghimbau para ketua RT RW dan masyarakat pada umumnya untuk berperan aktif dalam turut serta mengawasi pelaksanaan kegiatan pembangunan di wilayahnya masing-masing.

“Saya berharap agar semua berjalan dengan baik, para ketua RT/RW serta masyarakat pada umumnya, untuk dapat berperan aktif dalam turut serta mengawasi setiap pelaksanaan pembangunan di wilayah masing-masing,” tegas Jusri.

Sementara itu, sebelumnya Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) kelurahan Bitowa, H. Suyuti Sjam sempat menyampaikan keluhannya. Agar dilakukan koordinasi antara Dinas PU dengan jajaran pemerintah kelurahan RT dan RW sebelum pekerjaan dimulai.

“Saya berharap setiap pelaksanaan kegiatan pembangunan di kelurahan, pihak PU terlebih dahulu berkoordinasi dengan kami kelurahan, RT dan RW, sehingga kita bisa tahu persis prosesnya.” ucapnya.

“Ini kami sampaikan, karena selama ini umumnya kontraktor langsung ke lokasi, langsung kerja tanpa permisi, baru kalo terbentur masalah, mereka baru mencari kami, demikian juga selesai pekerjaan langsung pergi tanpa pamit, sehingga sering kali meninggalkan sampah,” tegas Suyuti. (*)


BACA JUGA