Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, menghadiri Kawasan Timur Indonesia Digital Festival, yang dilaksanakan Bank Indonesia, di Gedung Celebes Convention Center, Sabtu (11/1/2020)

Anies Baswesan Kepala Daerah Terpopuler Versi Indo Barometer, NA?

Selasa, 25 Februari 2020 | 20:24 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

JAKARTA, GOSULSEL.COM – Lembaga Survei Indo Baromoter merilis data Kepala Daerah terpopuler di Indonesia. Hasilnya, Gubernur Daerah Khusus Indonesia (DKI) Jakarta, Anies Baswedan memiliki tingkat pengenalan sebagai kepala daerah paling tinggi, yakni sebesar 91,7%.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah hanya mampu mencapai persentase 10,7%. Ada beberapa penyebab yang memungkinkan NA tidak begitu populer di Indonesia. Salah satunya, ialah informasi media massa terkait pemerintahan dan daerahnya yang kurang dijangkau oleh masyarakat. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodary di Hotel Century Park Senayan, Jakarta, Minggu (23/2/2020). Dalam rilisnya, ia juga memaparkan kepala daerah mana saja yang berhasil mendapat persentasi tinggi dari responden.

“Anies Baswedan 91,7%. Anies sangat dikenal, Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) 65,8% dan Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur) cukup dikenal. Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya) 49,9% dan Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) 47,8%, Nurdin Abdullah (Gubernur Sulsel) 10,7% kurang dikenal di bawah 50%,” ujarnya.



Selain itu, Qodari mengatakan, survei tersebut juga bisa menjadi acuan dalam ajang Pemilihan Presiden (Pipres) di tahun 2024 nanti. Anies disebut mampu menjadi terpopuler lantaran jabatannya memiliki banyak sorotan di media massa.

“Dari sinilah antara lain timbul istilah gubernur DKI Jakarta adalah gubernur rasa presiden,” kata Qodari.

Untuk diketahui, survei dilakukan pada 9 Januari 2020 sampai 15 Januari 2020. Sampel dari survei ini berjumlah 1.200 responden dari 34 provinsi dengan margin of error survei sebesar 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Metode yang digunakan adalah multistage random sampling. Teknik pengumpulan data wawancara dan tatap muka responden menggunakan kuesioner.(*)

Reporter: Agung Eka


BACA JUGA