Kondisi bangunan pembelajaran terpadu MAN IC Gowa yang belum tuntas 100 persen saat diabadikan, Kamis (2/4/2020)

Adendum Berakhir, Pembangunan Gedung Pembelajaran Terpadu MAN IC Belum Rampung

Jumat, 03 April 2020 | 12:48 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM — Proyek fisik Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Kabupaten Gowa perlu dievaluasi. Sejumlah pembangunan gedung yang diberikan pemerintah pusat gagal dimaksimalkan.

Contohnya saja pembangunan gedung pembelajaran terpadu. Kendati masa perpanjangan kerja (adendum,red) 90 hari telah lewat, namun pekerjaan bangunan belum tuntas seratus persen.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Arifin saat dikonfirmasi membenarkan hal ini. Ia mengungkapkan, batas akhir adendum, 28 Maret 2020. Seharusnya, kata dia, proses pekerjaan gedung wajib selesai.  Akan tetapi, faktanya, realisasi pekerjaan di lapangan baru sekitar 80 persen.

“Belum selesai. Baru 80 persen,” ungkap Arifin kepada Go Cakrawala, Kamis (2/4/2020).



Pembangunan gedung pembelajaran terpadu itu dibiayai oleh anggaran bantuan luar negeri (SBSN). Nilainya sebesar Rp7 miliar lebih. Sesuai kontrak kerja, masa pekerjaan dimulai 13 November 2019 hingga 31 Desember 2019. 

Karena tidak selesai sesuai kontrak kerja, kata Arifin, maka tahap pekerjaan dilanjutkan dengan adendum. Tapi lagi-lagi, CV Karya Jasa Konstruksi sebagai rekanan, kembali tidak mampu menyelesaikan pekerjaan pembangunan.

“Mengenai kendalanya. Sebaiknya dijelaskan oleh Ibu Kepala Sekolah selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA),” tukasnya.

Kepala MAN IC Gowa, Supiana Kamad saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengaku telah menanyakan kondisi tersebut ke pihak kontraktor. Termasuk soal kendala sehingga pekerjaan terlambat selesai. 

Supiana mengungkapkan, Virus Corona menjadi alasan pihak kontraktor. Efek virus mematikan asal Kota Wuhan, Tiongkok itu membuat kontraktor kesulitan mendapatkan material yang dibutuhkan menyelesaikan fisik bangunan.

“Tapi saya sudah desak agar pekerjaan secepatnya diselesaikan. Janjinya dua minggu ini semua tuntas,” ungkap Supiana.

Menurut Supiana, gedung pembelajaran terpadu ini sangat dibutuhkan MAN IC. Disamping menunjang peningkatan mutu proses belajar mengajar, juga memudahkan MAN IC menambah siswa baru. 

“Selama ini MAN IC kesulitan menerima siswa baru dikarenakan gedung belajar yang terbatas. Makanya saya sangat bersyukur dengan pembangunan gedung pembelajaran terpadu ini,” pungkasnya.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Sulsel, H Maskur yang dikonfirmasi terpisah enggan berkomentar banyak terkait belum selesainya pekerjaan pembangunan pembelajaran terpadu MAN IC Gowa. 

“Saya baru mau ketemu ini PPK dan KPA nya,” jawab Maskur singkat.(*)


BACA JUGA