Kadinsos Makassar, Mukhtar Tahir saat ditemui di DRPD Makassar, Kamis (23/04/2020).

Bukan Rp620 Ribu, Dinsos Makassar Sebut Nilai Paket Sembako Hanya Rp400 Ribu

Jumat, 24 April 2020 | 23:12 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar menyebut jika nilai paket sembako yang ada ialah sebesar Rp400 ribu. Padahal, sebelumnya diketahui bahwa nilai awal paket tersebut berjumlah Rp620 ribu.

Kepala Dinsos Kota Makassar, Mukhtar Tahir membeberkan, bahwa usai dihitung rupanya nilai paket tersebut hanya sebesar Rp400 ribu. Mengenai nilai paket Rp600 ribu itu ada kesalahan dalam perhitungan item harga bahan pokok yang ada di dalam paket ini.

Adapun item sembako dengan nilai Rp 400 ribu tersebut, rinciannya ialah, 10 kg beras, 1 karton mie instan, 1 kg gula pasir, 10 kaleng ikan kaleng, Susu kaleng, Sabun mandi dan cuci. Paket ini pun disalurkan untuk tahap dua pekan ini.

“Iya tetapi, saya sudah bisa karena dia sudah masukan tadi sekitar 400 lebih. Dulu kan 600 karena banyak. Inikan sekarang kurang. Jadi 400-an dengan nilai yang saya sudah sebutkan,” jelasnya saat ditemui di Kantor DPRD Makassar, Kamis (23/04/2020).



Mengenai soal simpang siurnya nilai paket sembako yang sebelumnya senilai Rp600 ribu, kata dia, semua anggaran yang digunakan untuk paket sembako mesti di audit. Ini dilakukan guna mencegah penyalahgunaan dari anggaran paket sembako tersebut.

“Jadi begini namanya nilai itu ada audit. Orang kan bisa saja melakukan penawaran melakukan apa terkait dengan kewajaran angka,” ujarnya.

Kata Mukhtar, lambatnya pendistribusian keseluruhan paket sembako tersebut, ia berdalih, saat ini pihaknya sedang memperbaharui data warga yang layak mendapatkan bantuan tersebut. Sehingga ini bisa menjangkau bagi mereka yang terdampak Corona atau Covid-19.

“Jadi transparansi akuntabilitasnya saya jadikan ukuran. Makanya orang mengatakan apa itu urusannya. Kan belum ketemu sayakan. ini kan belum paham apa yang saya lakukan. Karena saya harus mengupdate data dulu,” sambungnya.

Ia menyebut data merupakan hal yang sangat penting. Ia mewaspadai adanya kesalahan dalam penginputan data sehingga terjadi hal yang tak diinginkan.

“Data ini yang utama pak, tidak bisa kita keluar dari itu, jadi walaupun dipaksakan itu saya tidak mau, makanya lebih lambat asal selamat,” lanjutnya. (*)


BACA JUGA