Dosen Fakultas Kedokteran UMI, Rachmat Faisal Syamsu

Kebahagiaan-kebahagiaan di dalam Ramadan

Rabu, 29 April 2020 | 20:09 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

Oleh: Rachmat Faisal Syamsu

GOSULSEL.COM — Sudah sepekan umat Islam di seluruh dunia berada di dalam bulan suci Ramadan. Meskipun suasana kali ini akan berbeda dari Ramadan-Ramadan sebelumnya. Kali ini Ulumat Islam berpuasa di tengah kondisi pandemi Corona. Tetapi kita semua yakin akan janji Allah, bahwa setelah kesulitan selalu akan datang kemudahan. Dan kita semua berharap bahwa Ramadan kali ini adalah kunci kemudahan itu. Kunci kesembuhan, kunci pulihnya umat Islam dan seluruh penduduk dunia dari pandemi Corona.

Ada banyak keistimewaan yang dihadirkan bulan suci Ramadan di tengah kondisi pandemi sekarang. Namun pada kesempatan kali ini yang kami pilih salah satu diantaranya. Yaitu, tentang rasa bahagia. Mengapa?

Rasa Bahagia



Menurut berbagai penelitian, rasa bahagia mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, yang tentu saja itu sangat kita perlukan untuk melawan virus-virus disekitar kita termasuk Corona. Suatu penelitian terhadap sekelompok orang berusia 40 – 60 tahun selama beberapa minggu, disimpulkan bahwa mereka yang fokus pada rasa bahagia cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Dimana peserta saat itu didengarkan kabar atau cerita bahagia, diperlihatkan gambar-gambar cerah dan ceria. Lalu fungsi kekebalan tubuh mereka diukur melalui serangkaian tes darah. Dan hasilnya, semakin banyak peserta yang mengingat hal-hal bahagia, maka semakin memiliki antibodi yang lebih bagus dibanding yang lain. Penelitian lain mengungkapkan bahwa berpikir positif mampu membantu tubuh untuk mengeluarkan interferon sebagai protein lebih banyak dibanding sebelumnya. Dimana interferon ini nantinya yang berfungsi melawan virus serta membentuk imunitas tubuh.

Lantas dimana rasa bahagia didapatkan saat Ramadan?

Pertama, ketika menyambut tibanya Ramadan. Semua harus bahagia menyambut Ramadan. Hendaknya seorang muslim khawatir jika tidak ada rasa bahagia atau gembira dalam dirinya ketika Ramadhan akan tiba. Karena ini adalah karunia Allah yang luar biasa. “Katakanlah: ‘Dengan karunia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS.Yunus:58).

Kedua, saat mendapati Ramadhan. Karena didalamnya banyak sekali berkah dan tidak semua orang bisa sampai kedalamnya. “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraa ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Muslim.No. 1151)

Ketiga, ketika menjelang berbuka puasa. Sebagai rasa bahagia akan berbuka dan menyantap makanan ifthor. Bisa dibayangkan setelah seharian menahan lapar dan haus, tentunya ia akan bergembira bila makanan atau minuman tersebut akan segera ia konsumsi. Dan yang paling penting ada doa yang terkabulkan di saat-saat menjelang buka puasa. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” (HR. Ibnu Majah.No. 1753)

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, rasa bahagia sangat dibutuhkan. Terlebih ini bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan. Harusnya kebahagiaan yang kita rasakan semakin berlipat-lipat dan itu menjadi salah satu pengantar yang membuat kita mampu terhindar dari Covid-19 ini. Setelah semua usaha yang dilakukan untuk pencegahan sesuai anjuran dunia kesehatan, maka waktunya kita memupuk rasa-rasa bahagia dalam diri kita. Kalaupun ada diantara kita yang terkena Covid-19, hendaknya bersabar dan kalau terhindar darinya hendaknya kita bersyukur. Dengan begitu semua meghadirkan kebahagiaan, sebab semua mendapat pahala disisi Allah. “Sungguh beruntung keadaan orang beriman, semua keadaan membawa kebaikan baginya. Jika dia mendapat kesenangan dia bersyukur dan jika ditimpa ujian dia bersabar. Maka semua itu kebaikan baginya.” (HR.Muslim.No.2999). Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan. Jangan lupa bahagia!(*)


BACA JUGA