Alat rapid test/INT
#

Muncul Klaster Kapurung di Parepare, Warga Bandel Berujung Positif Covid-19

Sabtu, 02 Mei 2020 | 22:55 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

PAREPARE, GOSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare mengumumkan adanya tujuh kasus positif Corona atau Covid-19 yang berasal dari klaster baru. Klaster tersebut bernama Kapurung.

Diambil dari nama makanan khas Kota Palopo, kasus positif ini bermula dari satu keluarga yang tengah makan kapurung bersama. Nasib berkata lain, akibat mengindahkan imbauan pemerintah dengan tetap berkumpul dalam satu tempat, ditemukan tujuh yang dinyatakan positif Corona.

Transmisi lokasi Covid-19 kembali terjadi. Ketujuhnya itu terdiri dari lima kasus di Lompoe Mas dan dua kasus di Ujung Bulu.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Parepare, Andi Taufan Pawe, Jumat (01/05/2020). Dari kasus ini, ia mengingatkan agar warga tidak lagi berkerumun untuk mencegah transimisi lokal.



“Kami mengimbau agar masyarakat tidak melakukan perkumpulan dan membuat keramaian, karena pasien positif ini merupakan transmisi lokal alias sesama warga Parepare,” katanya.

Menanggapi kasus ini, Pakar Kesehatan, Aminuddin Syam menyebut bahwa kesadaran warga masih sangat rendah terhadap bahaya virus Corona. Ini juga menjadi bukti lemahnya pengawasan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus tersebut.

“Mereka tidak paham bagaimana virus corona bisa berjangkit dengan cepat. Kedua, longgarnya pengawasan oleh pihak terkait. Mungkin karena penderita di Parepare masih sedikit sehingga belum menimbulkan rasa ketakutan,” jelasnya saat dihubungi, Sabtu (02/05/2020).

Menurutnya, warga harus mematuhi imbauan yang ada terutama menerapkan physical distancing. Olehnya, imbauan dari pemerintah, kata dia, senantiasa harus dipatuhi. Pasalnya, penyebaran Corona kian meluas karena transmisi lokal

“Kasus klaster kapurung di Parepare, membuktikan bahwa masyarakat tidak boleh memandang remeh physical distancing. Sepanjang masyarakat masih suka berkumpul apalagi acara makan-makan maka sulit untuk memutus mata rantai penularan. Kalau acara makan-makan pasti melepas masker sehingga pembawa virus dengan leluasa menjangkiti orang disekitarnya,” lanjutnya. (*)


BACA JUGA