#

Pemkab Bulukumba Salurkan BLT Tahap Pertama di Desa Bontonyeleng

Rabu, 13 Mei 2020 | 20:41 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Khaerul Fadli - Gosulsel.com

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM–Pemerintah Desa Bontonyeleng Kecamatan Gantarang menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahun anggaran 2020. Bantuan dalam rangka penanganan dampak Covid-19 ini disalurkan kepada 90 KK dengan nilai sebesar Rp600 ribu per KK selama 3 bulan. Untuk tahap pertama, pemerintah desa menyalurkan Rp54 juta secara tunai.

Kepala Desa Bontonyeleng Andi Mauragawali AS mengungkapkan, jumlah 90 KK tersebut merupakan hasil penjaringan dari 121 orang yang diverifikasi melalui Musyawarah Desa Validasi Finalisasi Penetapan Penerima BLT Dana Desa yang telah dilakukan sebelumnya. Para penerima BLT Dana Desa adalah orang yang sama sekali tidak menerima bantuan lain dari pemerintah, seperti PKH, BPNT dan bantuan sembako.

“Kita betul-betul melakukan verifikasi secara ketat. Yang sudah dapat bantuan kita coret, makanya ada 90 KK yang berhak sebagai penerima BLT Dana Desa,” ungkap Mauragawali saat penyaluran BLT DD di Kantor Desa Bontonyeleng, Rabu (13/5/2020)

Opu sapaan akrab Andi Mauragawali menambahkan, selain BLT Dana Desa, warganya juga akan menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial kepada 38 KK. Setiap KK juga akan menerima Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan.



“Dalam waktu dekat ini, kami juga akan menyalurkan bantuan beras 10 kilogram per KK dari Polri. Jumlah penerima beras bantuan ini sebanyak 50 KK,” ungkap Opu.

Salah satu penerima BLT Dana Desa, Usman mengaku bersyukur mendapatkan bantuan dari desa. Ia mengaku sangat terbantu karena saat ini kondisi perekonomian menurun. “Bersyukurlah, apalagi jelang lebaran ini kita membutuhkan uang,” bebernya.

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali yang hadir saat penyaluran BLT Dana Desa tersebut berharap, agar seluruh bantuan dalam rangka penanganan dampak Covid-19 dilakukan secara merata dan adil. Tidak boleh ada orang yang menerima bantuan lebih dari satu bantuan.

Dikatakannya, secara umum BLT Dana Desa yang akan tersalur di Kabupaten Bulukumba sebesar Rp.26,8 milyar yang akan mencover sekitar 14.888 KK baik secara tunai maupun non tunai. Bantuan Dana Desa ini, kata AM Sukri Sappewali sebagai bentuk jaring pengaman sosial kepada warga akibat dampak dari Covid-19, misalnya sopir pete-pete yang tidak lagi beroperasi karena kurang penumpangnya atau buruh bangunan yang menganggur karena tidak ada pekerjaan bangunan.

“Kita dorong agar desa lain juga bisa secepatnya menyalurkan BLT Dana Desanya,” pinta Bupati AM Sukri Sappewali.

Turut hadir dalam penyaluran BLT Dana Desa tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Andi Kurniadi, Camat Gantarang, Andi Uke Permatasari, para anggota BPD Bontonyeleng dan para kepala dusun.

Untuk diketahui, bantuan Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bulukumba :

– Sembako APBD Kabupaten sebanyak 6.500 KK
– Sembako APBD Provinsi sebanyak 1.300 KK
– Perlindungan Sosial Reguler PKH dan BPNT sebanyak 15.074 KK
– Penambahan Bantuan Sembako Non Tunai sebanyak 9.701 KK
– Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos sebanyak 8.217 KK (belum cair)
– BLT Dana Desa sebanyak 14.888 KK

Sehingga, total Bantuan Covid-19 kepada warga Kabupaten Bulukumba sebanyak 55.680 KK.(*)

 


BACA JUGA