Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat ditemui di RS Unhas, Kamis (16/04/2020).

Beredar Isu Covid-19 Dijadikan Bisnis, NA: Jangan Mudah Terprovokasi

Selasa, 09 Juni 2020 | 08:53 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh soal isu yang beredar. Dimana muncul kabar soal penanganan Covid-19 yang dijadikan sebagai lahan bisnis.

“Saya minta kepada masyarakat jangan mudah terprovokasi, apalagi isu-isu yang disebarkan itu menyesatkan, bahwa rumah sakit sekarang banyak duit, sengaja menerima Covid-19 supaya bisa dapat duit banyak. Itu keliru, nggak ada itu,” tegas Nurdin, Senin (8/6/2020).

Kata Nurdin, isu yang disebarkan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab itu, sangat tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya. Sebab, sampai saat ini tenaga kesehatan belum bisa bersama keluarga di rumah karena fokus menangani pasien Covid-19. 

“Tenaga medis kita, dokter kita, tanya saja, tidak sesuai dengan isu-isu yang disebarkan. Kasian mereka, dokter, tenaga medis kita, para perawat kita, harus berpisah dengan keluarga menghadapi sebuah tantangan yang tidak ringan. Ini menghadapi wabah pandemi seperti ini, itu nyawa taruhannya. Tapi mereka tetap mau berkorban untuk kita semua,” tuturnya.



Pria asal Parepare ini menambahkan, sampai saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun kabupaten kota terus berupaya untuk bersama mengatasi Covid-19 ini. Olehnya, masyarakat mesti mengetahui jika pemerintah terus menangani masalah ini.

“Sekali lagi saya sampaikan, masyarakat harus lebih menyadari bahwa pemerintah sekarang berusaha keras untuk memutus mata rantai Covid-19,” katanya. 

Apalagi, kata dia, pemerintah juga harus bekerja keras untuk membangun ekonomi. Adapun langkahnya ialah dengan mempersiapkan kehidupan baru atau New Normal.

“Membangun ekonomi kita kembali, kita menuju kepada new normal, iya tentu tidak akan sama seperti sebelum-sebelumnya. Kita boleh bekerja, yang sehat di luar, yang sakit di rumah, tapi yang sehat pun dengan protokol kesehatan yang ketat,” tutupnya.(*)


BACA JUGA