Ingin Pasar Terong Dibenahi, Yusran Minta Dinas PU dan PD Pasar Bangun Sinergi

Rabu, 10 Juni 2020 | 22:50 Wita - Editor: Muhammad Fardi - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Keinginan PJ Walikota Makassar, Yusran Jusuf dalam melakukan percepatan program dan pembenahan pasar, terus dilakukan. Rabu (10/06/2020) pagi.

Ia melakukan kunjungan mendadak di pasar Terong. Dalam kunjungannya, Yusran didampingi pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar dalam hal ini Plt Kepala, Nirman Mungkasa. Turut hadir Direktur Operasional PD Pasar, Saharuddin Ridwan.

Yusran melihat langsung jalan Terong yang dipenuhi ratusan pedagang kaki lima yang selama ini menjadi sorotan akan kemacetan yang terjadi di lokasi tersebut. Dalam arahannya, Pj walikota memerintahkan Dinas PU dan PD Pasar bersinergi. Di mana agar segera melakukan penataan lods atau kios di dalam kawasan pasar Terong sehingga bisa menampung pedagang yang ada di jalan Terong.

“Yang paling penting protokol kesehatan wajib di terapkan diseluruh ruang-ruang publik kita, termasuk di pasar-pasar tradisional” tegasnya.

Di Pasar ini, pedagang yang berada di jalan Terong berjumlah 211 pedagang. Sementara tempat yang akan disiapkan di dalam kawasan pasar khususnya di pelataran utara dan selatan 225 petak.

Selain pembenahan pedagang di jalan Terong, rencana juga dilakukan pembenahan lantai 1 pasar Terong untuk rencana pembenahan lods pasar untuk pedagang cakar di jalan Sawi. Harapannya, kata Yusran, pihak PD Pasar harus menyiapkan tempat yang nyaman dan aman bagi pedagang sebelum dipindahkan. Sementara Dinas PU Makassar melakukan pembenahan sarana dan prasarana.

“Lokasi pasar Terong ini sebetulnya bagus sekali sehingga perlu pembenahan. kita berharap perlu bantuan CSR untuk bantuan penanganan di dalam pasar jika dana APBD tidak memadai. Tapi ini kita akan maksimalkan,” tutup Yusran.

Selama ini Pasar rakyat yang bersebelahan dengan Pasar Kalimbu ini terkenal sebagai pemasok sembilan bahan kebutuhan pokok, seperti sayur-mayur, aneka jenis ikan, telur, buah-buahan, dll yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Pasar yang dikelola oleh pihak ketiga ini kini sudah terlihat tidak terurus dan tertata sehingga pedagang dipasar enggan untuk masuk berjualan dan lebih memilih berjualan didepan pasar sepanjang jalan terong yang mengakibatkan kemacetan terutama di pagi hari. (*)




BACA JUGA