Banjir di Kabupaten Bantaeng

Banjir Terjang Dua Daerah, Pemkot Makassar Diminta Segera Lakukan Antisipasi

Sabtu, 13 Juni 2020 | 19:33 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Banjir mulai menjadi ancaman di Sulawesi Selatan (Sulsel), dua daerah diketahui telah diterjang oleh banjir, yakni Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar diminta juga bersiap menghadapi ancaman bencana tersebut.

Pasalnya, kota Makassar menjadi salah satu daerah yang langganan banjir tiap tahunnya. Sebab, beberapa wilayah berada dibawah permukaan laut. Tak ayal apabila diguyur hujan deras dan terus terjadi, air pun tidak mampu ke laut. Apalagi pasang laut terjadi secara bersamaan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Tim Kajian Banjir Sulsel, Syamsu Rijal. Menurutnya, kejadian tersebut harus diantisipasi mulai sekarang. Pemkot mesti melibatkan seluruh pihak dan kemudian melakukan perencanaan yang matang. 

“Melibatkan semua stakeholder terkait. Tentunya harus diselesaikan dengan perencanaan yang matang dan harus melibatkan bidang keilmuan terkait,” ujarnya, Sabtu (13/6/2020).



Dua Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada di Makassar, yakni Tallo dan Jeneberang, mesti difungsikan dengan baik. Ketika hujan, aliran air dari wilayah DAS ini harus cepat mengalirkan air ke laut melalui sungai dan anak sungai.

“Sehingga dengan kondisi ini, kita bisa liat sistem hidrologi kita, sistem drainase, termasuk penampungan air, cek atau stop DAM yang ada, ditambah lagi dengan kondisi sungai dan drainase. Kita yang tidak semua bebas sampah merupakan daerah yang sangat potensi tergenang hingga banjir,” jelasnya. 

Dosen Fakultas Kehutanan Unhas ini juga mengingatkan, jika volume air yang menampung di Waduk ketika hujan berlangsung mesti bisa diprediksi. Adapun simulasi sudah seharusnya dilakukan di wilayah yang berpotensi banjir.

“Volume air yang datang bisa diprediksi dan bisa di simulasi alirannya dan daerah yang potensi terendam atau banjir. Kita bisa mulai sistem aliran yang mengeluarkan air itu langsung ke laut atau menampungnya melalui waduk atau kolam penampungan air kita untuk dialirkan setelah hujan berhenti,” ujarnya.(*)


BACA JUGA