Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf saat konferensi pers di Posko Covid-19 Kota Makassar, Kamis (25/06/2020).

Dicopot Nurdin, Ini Sejumlah Program Yusran Jusuf Semasa Jabat Pj Wali Kota

Jumat, 26 Juni 2020 | 10:07 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Menduduki nomor satu di Kota Makassar, Yusran Jusuf hanya merasakannya selama 43 hari. Jabatannya sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar harus dicopot.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah secara tiba-tiba mengusulkan pergantian Pj Wali Kota Makassar kepada Presiden RI, Jokowi Widodo. Permintaannya itu dikabarkan dikabulkan.

Yusran Jusuf sendiri dilantik oleh Nurdin Abdullah pada 13 Mei 2020 lalu. Ia  menggantikan Iqbal Samad Suhaeb sebagai Pj Wali Kota Makassar setelah setahun menjabat.

Dibawah nahkodanya, salah satu pekerjaan rumah (PR) terbesar ialah menurunkan angka kasus Corona atau Covid-19 di Kota Makassar. Usai dilantik, pasca penerapan PSBB, Yusran diminta untuk menekan penyebaran Covid-19.



Yusran mengatakan, Covid-19 harus dihadapi dengan melakukan adaptasi alias new normal life. Imunitas tubuh warga Makassar mesti kuat untuk menangkal virus ini.

“Herd immunity itu artinya bagaimana meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat dengan memanfaatkan kearifan lokal, memanfaatkan sumber daya sekitar dengan nutrisi fungsional,” ujar Yusran saat itu.

Yusran memaparkan, keputusan tersebut lahir setelah diskusi dengan para pakar. Ia mengatakan, saat ini, yang paling penting adalah meningkatkan imunitas.

Selama imunitas tubuh kuat, kata dia, maka yang akan terinfeksi Covid-19 akan berkurang. “Kita melakukannya di level RT dan RW karena di situlah kekuatan utama masyarakat kita,” kata dia.

Implementasi di lapangan, menurutnya, melalui kerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan, PKK, dan RT, RW untuk mengembangkan komoditi-komoditi yang bisa menjadi suplemen meningkatkan imunitas tubuh.

Selain itu, ia mengatakan pemerintah akan memastikan aktivitas masyarakat itu sehat. Misalanya saja melakukan olahraga.

“Herd imunnity itu bisa dilakukan dengan dua hal, menyehatkan tubuh dengan olahraga, dan nutrisi juga harus fungsional, memanfaatkan tumbuhan lokal yang ada, seperti jahe, kunyit, dan macam-macam,” ungkapnya.

Tak hanya itu saja, selain meningkatkan imunitas masyarakat, dirinya juga meminta agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Kota Makassar Nomor 31 Tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan protokol kesehatan di Kota Makassar.

Dimana seluruh warga wajib menjaga jarak, mengenakan masker, hingga rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Sampai Inspektur Covid-19 dibentuk yang merupakan salah satu langkah taktis yang dibentuk oleh Pemerintah Kota Makassar.

Tujuannya, untuk melawan penyebaran Virus Covid-19 ditengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kasatpol PP Kota Makassar, Iman Hud. Ia menjelaskan tim bentukan Yusran Jusuf tersebut merupakan gabungan aparat Satpol PP. Serta sejumlah stakeholder lainnya yang akan melakukan pengawasan secara langsung kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa mematuhi seluruh protokol kesehatan.

Nantinya, para pelaku usaha di lapangan akan dijelaskan ihwal syarat pembukaan hingga sanksi jika aturan Perwali Makassar Nomor 31 Tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan protokol kesehatan tidak diindahkan.

“Kita harus sepakat bahwa untuk melawan penyebaran virus ini yang paling penting adalah kepatuhan dan ketaatan kita semua menjalankan protokol kesehatan yg tertuang dalam Perwali 31” ujar Iman Hud, Kamis (11/06/2020) lalu.

Sementara, Yusran Jusuf menjelaskan tujuan dibentuknya Inspektur Covid-19 yakni untuk melakukan edukasi dan sosialisasi kepada seluruh masyarakat. Pihaknya menyasar di tempat-tempat umum, baik itu di pasar, mall, fasilitas umum termasuk tempat ibadah.

“Inspektur Covid-19 ini merupakan tim lapangan yang bertugas menemui warga ditempat umum untuk memberikan pemahaman akan kewajiban pemakaian masker saat keluar rumah atau ketika beraktifitas di tempat kerja, rutin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer” kata Yusran.

Menurutnya, langkah ini bagian dari pengawasan dan pemantauan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan pasca PSBB berdasarkan Perwali Nomor 31 Tahun 2020.

Selain penanganan Covid-19, banyak program yang mulai dicanangkan Yusran Jusuf selama kurang lebih sebulan memimpin Pemkot Makassar. Utamanya, dari sektor pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan publik.

Berikut grafis program yang telah dikerjakan Yusran Jusuf selama memimpin Makassar.

1. Pencanangan Repitalisasi RPH

2. Repitalisasi Eks Terminal Toddopuli Menjadi RTH yang terintegrasi dengan pasar hobi Toddopuli.

3. Penetapan Titik Nol kilometer Makassar

4. Pencangan Revitalisasi taman macan dan taman Pattimura

5. Pencanangan revitalisasi pesestrian jalan metro Tanjung bunga.

6. Penataan parkir di Makassar. Sekitar balai kota dan jalan protokol sudah dibenahi.

7. Penuntasan kebocoran air PDAM dan pembenahan saluran air

8. Memassifkan Rappid test massal gratis di Pasar, dan tempat umum lainnya.

9. Pembentukan satgas inspektur covid.

10. Pengadaan alat tes massal secara besar-besaran

11. Inisiasi pengadaan alat tes secara massal

12. Meminimalisir sekat-sekat antar SKPD

13. Menggairahkan kembali sektor pariwisata

14. Kebijakan relaksasi pajak di tengah pandemi (*)


BACA JUGA