Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf saat konferensi pers di Posko Covid-19 Kota Makassar, Kamis (25/06/2020).

Ogah Jadi Pejabat Pemerintah, Yusran Jusuf Lebih Pilih Kembali ke Kampus

Jumat, 26 Juni 2020 | 21:04 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Jabatan Yusran Jusuf sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar akhirnya resmi berakhir. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Rudy Djamaluddin ditunjuk oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menjadi penggantinya.

Sebagai Pj Wali Kota Makassar sebelumnya, Yusran tercatat menjabat selama 43 hari. Ia sendiri dilantik pada 13 Mei lalu dengan menggantikan Iqbal Suhaeb.

Kendati dirinya juga digantikan oleh Nurdin, ia mengaku tak ingin lagi kembali bekerja dalam lingkup pemerintahan. Pasalnya, Mantan Kepala Bapelitbangda Sulsel ingin kembali mengabdi di Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai dosen.

“Untuk sementara akan kembali ke kampus,” singkatnya saat konferensi pers di Posko Covid-19 Makassar, Kamis (25/6/2020).



Ia menambahkan, dirinya legowo dan menerima apa yang menjadi keputusan pimpinan. Hal tersebut lantaran dirinya sudah melakukan yang terbaik untuk Kota Makassar.

“Tidak ada masalah, itukan amanah dan kapan saja bisa ditarik. Dengan begini, saya bisa punya waktu lebih banyak dengan keluarga,” tambahnya.

Tak lupa pula, Yusran berpesan kepada calon penggantinya nanti untuk tetap fokus menurunkan penularan Covid-19 di Kota Makassar. Kemudian juga mengawal pelaksanaan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) 2020 mendatang.

“Yang jelas Makassar ibu kota provinsi, kompleks persoalan di Makassar, diperlukan kemauan mengelola banyak aspek, kami sudah lakukan itu dalam satu bulan,” jelasnya.(*)


BACA JUGA