Ratusan nelayan saat menghadang kapal penambang pasir milik Royal Boskalis Westmins asal Belanda, Kamis (02/07/2020).

Hadang Kapal Boskalis, Ratusan Nelayan Makassar Tuntut Setop Aktivitas Tambang Pasir

Jumat, 03 Juli 2020 | 12:48 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Ratusan nelayan Kepulauan Supermode yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nelayan Kepulauan Sangkarrang menghadang kapal penambang penyedot pasir di sekitar Pulau Kodingareng, perairan Makassar. Mereka menghadang menggunakan perahu kecil. 

Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap aktivitas penambang pasir. Pasalnya, mereka terancam kehilangan mara pencahariannya.

Mereka juga melakukan orasi di atas perahu jenis Katinting atau Jollor. Dimana mereka menuntut agar menyetop aktivitas penambangan pasir ini.

Mereka mengancam akan kembali melakukan penghadangan serupa. Ini apabila kapal penambang pasir milik Royal Boskalis Westmins asal Belanda tetap melakukan penambang dan reklamasi. 



“Ini adalah aksi gerakan masyarakat khususnya nelayan kepulauan Kodingareng dengan adanya penambang pasir yang dilakukan oleh PT Boskalis di wilayah tempat pencarian sumber kehidupan masyarakat Kodingareng,” kata salah satu nelayan melalui video yang beredar di sejumlah grup WhatsApp. 

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulsel, Al Amin mengatakan, aksi yang dilakukan para nelayan itu merupakan bentuk protes terhadap aktivitas penambangan pasir. Sebab, karena aktivitas nelayan dalam mencari ikan kian terganggu.

“Hasil tangkapan nelayan kita menurun karena adanya aktivitas penambang pasir,” ujar Al Amin. (*)


BACA JUGA