Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin saat berbicara bersama pengurus GP Ansor Sulsel di Posko Covid-19 Kota Makassar, Kamis (02/07/2020).

Ikut Edukasi Warga Soal Covid-19, GP Ansor Dapat Apresiasi dari Pj Wali Kota

Jumat, 03 Juli 2020 | 10:49 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaludin mengapresiasi keterlibatan semua pihak dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Makassar. Salah satunya, GP Ansor Sulsel dan Makassar yang menyatakan kesediaan untuk membangun sinergi dengan Pemkot melawan pandemi tersebut.

“Tidak bisa selesai Covid-19 ini kalau kita tidak bergerak secara bersama-sama. Dengan kehadiran GP Ansor tentu kita bersyukur dalam artian upaya-upaya kita dalam mengedukasi masyarakat terkait Covid-19 bisa dilakukan lebih massif lagi,” ucapnya saat ditemui di Posko Covid-19 Makassar, Kamis (02/07/2020).

Menurutnya, peningkatan kasus Covid-19 di Makassar disebabkan ketidakpatuhan masyarakat. Namun lebih dari itu, ia menyebut faktor lain lantaran banyaknya masyarakat yang tidak memahami dengan benar terkait Covid-19, baik itu dampak jika terkena, dan bagaimana agar terhindar dari virus tersebut.

Padahal, Covid-19 bisa menjangkiti siapapun tanpa kenal usia dan tempat. Olehnya itu, memang dibutuhkan keterlibatan semua kalangan. Termasuk organisasi kepemudaan, yang dimana dikatakan Rudy, bisa memberi edukasi dengan cara dan pendekatan masing-masing.



Dengan catatan, lanjutnya tetap mengedepankan budaya-budaya santun dan kesopanan serta tidak menekan masyarakat dalam memberikan edukasi. Harus lebih memahami karakter lokal Bugis-Makassar siapakatau, sipakalebi, dan sipakainge.

Ketua GP Ansor Sulsel, Rusdi Idrus juga menyampaikan hal senada. Ia mengatakan bahwa sinergi dengan pemerintah harus dibangun. Apalagi dalam situasi pandemi Covid 19, semua komponen harus bahu membahu bekerja sama, mematuhi protokol kesehatan serta senantiasa menjaga kebersihan.  

Demikian pula GP Ansor mendorong tokoh agama atau pun pondok pesantren untuk berkontribusi dalam penanganan dengan memberi edukasi Covid-19. Selain itu juga melibatkan relawan psikolog yang bisa memberikan bimbingan konseling agar keluarga korban tidak mengalami trauma dan juga tidak dikucilkan oleh masyarakat sekitar. (*)


BACA JUGA