Kabid Pariwisata Maros Yusriadi Arif
#

Premi Asuransi dan Fasilitas, Alasan Disbudpar Naikkan Tarif Masuk Bantimurung

Selasa, 07 Juli 2020 | 18:52 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM – Objek wisata alam tersohor Kabupaten Maros, air terjun Bantimurung, baru-baru ini mengalami kenaikan harga karcis masuk untuk wisatawan nusantara atau lokal. Selasa (7/7/2020).

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Kabupaten Maros Yusriadi Arif, mengatakan bahwa kenaikan harga karcis masuk ke objek wisata alam Bantimurung ini sudah sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbub) yang telah selesai dibahas pada akhir 2019 tahun lalu. 

“Perbubnya sudah lama dan penerapannya per Februari 2020 kemarin,” uangkap Adi akrabnya disapa. 

Untuk wisatawan nusantara dan lokal sendiri dikenakan tarif masuk sebesar Rp. 30.000 ribu, per orang, mengalami kenaikan senilai Rp. 5.000 ribu, dimana sebelumnya hanya Rp. 25.000 ribu saja. Sementara, untuk wisatawan mancanegara tidak mengalami kenaikan. 



“Turis mancanegara tetap Rp. 255.000 ribu per orang,” katanya. 

Ia (Yusriadi) menuturkan bahwa kenaikan harga karcis ini masih tergolong menengah dibanding objek wisata yang ada di Makassar dan sekitarnya. “kenaikan ini tergolong menengah dan wajar dibanding tempat wisata lainnya yang ada. Bisa kita bandingkan karcis Bantimurung dengan yang lainnya. Ditempat lain ada yang Rp.35.000 ribu, Rp.40.000 ribu dan sebagainya,” katanya. 

Kenaikan karcis objek wisata Bantimurung ini juga sudah sesuai dengan fasilitas yang sudah ada, juga dengan premi asuransi yang awalnya hanya Rp. 200 dinaikkan menjadi Rp. 1000.

“Jadi, tidak hanya fasilitas saja yang sudah kita bangun disana. Tapi, premi asuransi juga kita naikkan. Misalnya, korban meninggal dunia itu kita kasi asurnasi sampai Rp. 12 juta. Begitupun dengan layanan,” bebernya. 

Soal dampak pada jumlah pengunjung akibat dari kenaikan karcis ini, pihak Disbudpar Maros mengaku belum bisa diukur. Hal itu, lantaran kondisi pandemi corona virus disease (covid) 19 saat ini. 

“Kita belum bisa memastikan dampaknya ke pengunjung karena masih covid 19. Tapi, kalau kita melihat malah ada peningkatan dari hari sebelumnya,” lanjut Adi. 

Yusriadi juga menepis bahwa kenaikan ini ada kaitannya dengan kondisi pandemi covid,”kita sudah pelajari jauh sebelum pandemi. Jadi, sama sekali tidak ada kaitannya dengan corona bahwa kita ambil kesempatan ditengah pandemi,” katanya. 

Sebelumnya, sejumlah wisatawan mengeluhkan kenaikan tarif masuk Bantimurung yang tiba-tiba dinaikkan ditengah pandemi covid 19.(*)


BACA JUGA