Ketua Umum Abdi Merah Putih (AMP) Indonesia, Ian Latanro

AMP Indonesia Dukung Penelitian Eucalyptus Kementan-IDI

Rabu, 08 Juli 2020 | 17:12 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Keberadaan kalung yang diklaim oleh Kementerian Pertanian sebagai penangkal virus Corona mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.

Kalung eucalyptus menjadi viral belakangan ini beberapa hari ini setelah Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, bersama seluruh jajaran Kementerian Pertanian menggunakan dan memperkenalkan kalung tersebut pada saat melakukan rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI.

Bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kementerian Pertanian telah membuat MOU untuk kelanjutan penelitian kalung tersebut sehingga nantinya bisa diproduksi secara massal.

Abdi Merah Putih (AMP) Indonesia, salah satu organisasi yang kadernya banyak berasal dari kalangan millenial turut mengapresiasi keberadaan kalung eucalyptus tersebut.



Menurut Ketua Umumnya, Ian Latanro, AMP Indonesia sangat mendukung penuh upaya Kementan dan IDI Pusat dalam upaya untuk penelitian lebih lanjut terkait eucalyptus.

“Kami mendukung penuh upaya Kementan, terkait hasil penelitian ini. Dan kiranya ini bisa diapresiasi dan disupport oleh kita semua, bahwa di negeri ini terlalu banyak potensi tanaman yang berkhasiat tinggi yang bisa di produksi untuk menambah nilai dari tanaman itu,” tuturnya.

Ian juga menambahkan, bahwa seharusnya kita memberikan dukungan penuh atas apa yang telah diupayakan oleh Kementan yang bekerjasama dengan IDI Pusat.

“Kelemahan kita sebagai anak bangsa, kalau produk luar yang masuk, mau tulisannya apapun, harganya berapapun pasti dibeli. Tapi giliran produk asli anak bangsa kok di buly bahkan di remehkan. Ini kan pelecehan kemampuan anak bangsa. Seharusnya kita bisa bangga terhadap hasil produk dalam negeri,” ungkap Ian.

Di beberapa media sosial dan bahkan pada saat rapat kerja Kementan bersama DPR RI memang ada beberapa netizen dan anggota dewan yang meragukan khasiat dan keberadaan dari kalung eucalyptus ini.

“Mari kita dorong upaya Kementan dan IDI untuk bersama-sama melakukan penelitian lebih lanjut karena ikhtiar ini harus kita support. Terlalu kaya kita dengan tumbuh-tumbuhan yang kaya akan khasiat obat-obatan. Mana tahu, itu ditemukan di Indonesia yang bisa melawan Covid-19 ini,” pungkas Ian Latanro.(*)


BACA JUGA