Warga saat menunggu SK Bebas Covid-19 di Posko Covid-19 Kota Makassar, Sabtu (18/7/2020)

Tiga Jam Tunggu SK Bebas Covid-19, Warga Meradang

Sabtu, 18 Juli 2020 | 23:40 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Belasan warga kesal di Posko Covid-19 Makassar, Sabtu (18/7/2020). Pasalnya, Surat Keterangan (SK) Bebas Covid-19 yang diurusnya tak kunjung selesai.

Padahal, mereka sudah menunggu selama tiga jam. Salah seorang warga yang hendak ke Kabupaten Bau Bau mengeluhkan lambatnya pelayanan SK ini.

Ia mengaku sudah berada di Posko Covid-19 Makassar sejak pukul 08.00 WITA. Namun hingga pukul 11.30 WITA belum juga mendapatkan SK tersebut.

“Saya dari jam delapan pagi sudah di sini pak, kita cuma diambil berkasnya terus ditaruh di meja tapi nda dipanggil panggil sampai sekarang. Katanya petugasnya belum datang,” kesalnya.



“Sebagai masukan saja kalau bisa pelayanannya diperbaiki, kita sudah susah payah keluar biaya (rapid test) dan kita juga dikejar waktu, masih banyak yang mau kita kerja. Kan nda masuk akal menunggu sampai 3 jam,” ujarnya.

Dikonfirmasi, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Mohammad Khadafy membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut jika ini disebabkan petugas pelayanan belum datang.

“Petugasnya sementara di jalan pak, sudah menuju kesini,” ucap Khadafy.

Walau jadwal pelayanan di mulai pukul 08.00 WITA, ia menerangkan bahwa staf yang bertugas membuat SK belum datang. Dikarenakan semalam ikut patroli bersama tim gugus tugas.

“Sebenarnya pelayanan dibuka dari jam 08.00 tapi mungkin karena tadi malam petugasnya ikut patroli tim gugus, jadi terlambat,” jelasnya.

Ditanya terkait buruknya pelayanan sejak beberapa hari lalu, Khadafy membantah dan mengatakan tidak ada kejadian seperti ini sebelumnya. Ia berjanji akan memperbaiki pelayanan kedepannya .

“Kemarin tidak ada seperti ini dan besok sudah tidak begini lagi pak,” singkatnya.

Dari pantauan di hari sebelumnya, Jumat (17/7) pagi, penumpukan warga yang mengurus SK juga terjadi. Alasannya pun sama yakni lambatnya petugas yang melayani pembuatan surat tersebut,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA