Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, Suhriati/Senin (20/7/2020)/Sandi Darmawan

Stok Hewan Kurban di Gowa Alami Kenaikan, Minat Pembeli Malah Turun

Senin, 20 Juli 2020 | 18:34 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Sandi Darmawan - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Gowa, Suhriati menyebutkan bahwa stok hewan kurban di tahun 2020 mengalami kenaikan baik sapi maupun kambing.

Ia mengatakan bahwa di tahun 2019 kemarin jumlah hewan kurban yang tersedia hanya berkisar 5.000 ekor lebih, sementara di tahun 2020 jumlahnya mencapai 6.687 ekor.

“Terdiri dari 6112 ekor sapi dan 575 kambing,” jelasnya, Senin (20/7/2020).

Hewan itu, kata dia, kebanyakan berasal dari Kabupaten Gowa sendiri dan beberapa juga berasal dari Kabupaten Sinjai dan Bone.



“Kalau dari dalam kabupaten, itu pemasoknya dari Kecamatan Biringbulu, Tompoulu dan Bunganya,” tambahnya.

Untuk pemeriksaan kesehatan hewan kurban tersebut, Suhriati mengaku pihaknya telah memulai pemeriksaan sejak Senin (12/7) pekan lalu.

“Kita lakukan ini untuk memastikan bahwa semua hewan kurban itu layak. Pemeriksaan ini akan kita lakukan hingga 3 hari setelah hari Idhul Adha,” bebernya.

Untuk proses pemeriksaannya, seluruh hewan akan melalui beberapa proses, seperti Pemeriksaan gerakan hewan, pemeriksaan umur dan pemeriksaan fisik.

“Itu untuk hewan yang berasal dari dalam kabupaten, sementara hewan yang berasal dari luar akan dimintai surat keterangan kesehatan hewan berdasarkan asal daerah peternakan tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, di tengah kondisi pendemi ini, Suhriati menyebutkan bahwa jumlah pembeli hewan kurban di tahun ini akan mengalami penurunan sebanyak 30%.

“Bila tahun lalu 5.000an ekor hewan kurban itu terjual 100%, tahun ini akan mengalami penurunan. Tentu karena faktor ekonomi masyarakat yang mengalami gangguan semenjak pendemi ini. Ini hal yang wajar saya kira, karena kita semua memang terdampak dari segi ekonomi,” katanya.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya kembali akan melakukan pemeriksaan hewan di kawasan Jalan Hertasning yang menjadi salah satu wilayah penjulan hewan kurban baik yang berasal dari Gowa maupun kabupaten lain.

Untuk harga, Suhriati mengatakan tentu akan mengalami kenaikan. Hal itu lantaran adanya penambahan biaya perawatan hewan tersebut.

“Untuk kenaikannya rata-rata 500 ribu. Itu karena adanya penambahan biaya yang dikeluarkan oleh pemilik untuk memastikan hewan tersebut tetap sehat untuk dijadikan kurban,” tutupnya.(*)


BACA JUGA