Ketua AUHM, Zulkarnain Ali Naru saat berbicara soal nasib THM di salah satu warung kopi, Selasa (11/08/2020).

Bila THM Ditutup, AUHM Minta Rp 48 Miliar untuk Gaji Karyawan

Selasa, 11 Agustus 2020 | 20:03 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM) meminta Pemkot Makassar untuk siap membiayai gaji karyawannya. Ini jika Pemkot menutup Tempat Hiburan Malam (THM) di tengah pandemi.

Pemkot Makassar diminta untuk mengeluarkan anggaran sebesar Rp 48 Miliar. Dana tersebut akan merupakan intensif kepada 5 ribuan karyawan THM, panti pijat dan perhotelan.

Ketua AUHM, Zulkarnain Ali Naru mengatakan bahwa Pemkot Makassar seperti memberikan diskriminasi terhadap THM di Kota Makassar. Sebab, hanya THM yang diminta untuk ditutup sementara tempat lainnya dibuka.

“Seharusnya Pemkot Makassar jangan mendiskriminasi terhadap THM karena kami telah terapkan protokol kesehatan, kalau mau tutup, tutup juga yang lainnya,” ujarnya saat ditemui di salah satu warung kopi, Selasa (11/08/2020).



Perihal anggaran tersebut, Zulkarnain mengaku telah meminta kepada Pemkot Makassar. Permintaan tersebut diharapkan bisa diterima apabila THM kembali ditutup.

Pasalnya, sebanyak 5 ribuan akan dirugikan akibat keputusan ini. Terlebih, sebelumnya mereka telah dirumahkan selama 6 bulan lamanya selama pandemi Covid-19.

“Saya telah minta ke Pemkot Makassar untuk menyiapkan anggaran sebesar Rp 48 Miliar untuk membiayai karyawan sebanyak 5 ribuan yang telah dirumahkan selama 6 bulan lamanya selama pandemi Covid-19,” tambahnya. (*)


BACA JUGA