Para pekerja usaha sektor pariwisata yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Pariwisata melakukan aksi di Balai Kota Makassar, Kamis (13/08/2020).

Ratusan Pekerja Tolak Rencana Pemkot Tutup Kembali Usaha Pariwisata

Kamis, 13 Agustus 2020 | 18:15 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Para pekerja usaha sektor pariwisata yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Pariwisata melakukan aksi di Balai Kota Makassar, Kamis (13/08/2020). Mereka mendesak Pemkot untuk membatalkan rencana penutupan usahanya.

Salah satu demonstran, Arul mengatakan bahwa kebijakan penutupan justru membuat pekerja merana. Sebab mereka tidak akan mendapatkan uang jika tidak bekerja.

Apalagi, kata dia, kebanyakan dari mereka sudah berkeluarga. Dimana perlu memenuhi kebutuhannya setiap hari.

“Mereka mencicil kendaraannya, mereka menghidupi anaknya, apalagi anaknya sekolah lewat daring,” tegasnya. 



Jenderal Lapangan, Husnul Mubarak pun meminta Pemkot Makassar agar tidak menutup usaha sektor pariwisata. Perihal protokol kesehatan selama beroperasi, pihaknya sudah menerapkannya sejak Perwali No 36 Tahun 2020 diterbitkan.

“Kita ini cuma mau minta dibuka, itu saja. Dari kemarin kita juga sudah siapkan protokol kesehatannya,” katanya.

Sebelumnya, Asisten I Pemkot Makassar, M Sabri menegaskan, kebijakan itu tidak bisa diganggu gugat lagi. Tempat karaoke, diskotek dan sejenisnya tetap dilarang beroperasi sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Kebijakan belum memperbolehkan atau belum mengizinkan diantaranya karoke, diskotek dan sebagainya. Sebenarnya bukan kebaikan sepihak atau sekelompok tapi untuk kebaikan untuk semuanya,” katanya saat ditemui di Balai Kota Makassar, Rabu (12/8/2020). 

Mereka yang tergabung dalam aksi ini, diantaranya, Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM), Asosiasi Refleksi Kebugaran Makassar (ARKES), dan asosiasi pekerja usaha pariwisata lainnya. Aksi digelar di tiga tempat, yakni di Balai Kota Makassar, Posko Covid-19 Makassar, dan Gedung DPRD Makassar. (*)


BACA JUGA