Kadinkes Makassar, Naisyah Tun Azikin saat ditemui di depan Posko Covid-19 Makassar, Senin (27/7/2020)

Dinkes Makassar Tetap Tangani Stunting Anak Saat Pandemi

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 22:01 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar saat ini terus menangani Covid-19 yang terus merebak. Selain itu, kasus stunting atau kondisi gagal pertumbuhan anak karena kekurangan gizi juga tak luput ditangani.

Untuk menangani dan mencegah kasus ini, Dinkes terus melakukan pengawasan. Adapun program posyandu terus dipastikan berjalan.  

Kepala Dinkes Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin menyebut, kasus ini mesti diperhatikan. Program posyandu, kata dia, hadir untuk memberikan gizi kepada anak. 

“Seperti stunting, gizi buruk, semua tetap jalan seperti Posyandu semua tetap kita jalan. Pemberian Vitamin A semua program-program itu,” jelasnya, Sabtu (15/8/2020).



Berada di situasi pandemi, proses pemberian gizi maupun pemeriksaan di Posyandu dilakukan secara protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan membagi waktu pemeriksaan.

“Posyandu kita buka tetapi dibikinkan aturan aturan misalnya berjadwal bisa berapa kali dalam seminggu, jam berkunjung juga diatur,” ucap Naisyah. 

Naisyah membeberkan, penyebab stunting dipengaruhi oleh banyak faktor. Olehnya, kebersihan lingkungan mesti diperhatikan masyarakat agar terhindar dari penyakit yang bisa memengaruhi proses tumbuh kembang anak. 

“Penyebab stunting karena masalah dalam gizi, sebenarnya kan banyak hal kalau bicara stunting masalah lingkungan, sanitasi, air bersih, karena itu semua memengaruhi tumbuh kembang,” urainya. 

“Sanitasi yang jelek salah satu pemicu penyakit, daya tahan tubuh lemah, bisa menyebabkan berat badan menurun  isa menyebabkan terjadinya stunting. Banyak faktor, seperti masa hamil lingkungan yang kelak, gizi tidak memenuhi, sanitasi, biar air bersih tidak ada sehingga daya tahan tubuh menurun melahirkan anak yang gizi stunting. Jadi banyak aspek,” sambungnya. 

Lanjut, kata Naisyah, kasus stunting tidak bisa dianggap remeh. Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. Selain Covid-19, Kasus stunting bisa menyebabkan kematian. 

“Misalnya anak anak harus dapat imunisasi ulangan, tidak bisa tidak. Itukan bisa menyebabkan kematian bukan hanya Covid. Jadi tetap termasuk stunting,” ucapnya. 

“Stunting kan sumber daya manusia kita ke depan bagaimana agar anak anak di Makassar tidak menjadi anak yang stunting untuk ke depan,” tuturnya. 

Sementara, kata Naisyah, kasus stunting di Kota Makassar terbilang rendah jika dibandingkan persentase di Sulsel maupun nasional. Angkanya hanya 8,62 persen sedangkan angka stunting nasional tahun 2019 berada 27,67 persen, dan Sulsel 30,5 persen, berdasarkan data dari Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko-PMK) RI.

“Untuk angka stunting Makassar cukup bagus dibanding standar nasional dan Provinsi. lebih rendah untuk Kota Makassar sendiri. Angkanya 8,62 persen. Itu data tahun lalu, untuk tahun ini dihitung di akhir tahun,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA