Kejadian tabrak lari saat terekam kamera CCTV, Selasa (18/08/2020).

Kronologi Hajat Ditabrak Lari di Jalan Datu Museng, CCTV Jadi Sorotan

Selasa, 18 Agustus 2020 | 19:53 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Sekitar Anjungan Pantai Losari telah terpasang sejumlah kamera pengintai CCTV. Namun, pemanfaatannya dinilai belum dapat dioptimalkan.

Padahal, pengadaan kamera tersebut telah menelan anggaran daerah. Bahkan mencapai ratusan juta rupiah.

Dampaknya dirasakan keluarga korban tabrak lari di Jalan Datu Museng, Ade Yudha. Ia mengaku telah mengecek rekaman kamera CCTV saat kejadian.

Ditunjukkan oleh operator war room Balai Kota Makassar, Senin (17/08/2020). Ada beberapa bagian dalam rekaman yang tidak jelas dalam menunjukkan aksi tabrakan.



Ia mengaku, ada 3 kamera yang terpasang dan mengarah tepat di pertigaan Jalan Datu Museng-Penghibur berdasarkan pantauannya. Namun, hanya satu yang merekam saat kejadian. 

Hal ini berarti, 2 CCTV lainnya tidak berfungsi. Membuatnya justru terkesan hanya sebagai pajangan.

Kondisi yang sama juga terjadi di titik pertigaan Jalan Ujung Pandang dan Pattimura. Kamera juga tidak melakukan perekaman.

“Saya lihat ada 3 CCTV milik pemerintah yang terpasang di pertigaan. Hanya 1 yang merekam katanya operator. Itu juga kualitasnya jelek. Kalau diperbesar itu pecah ki,” keluh Ade saat ditemui, Selasa (18/08/2020).

Di sisi lain, Ade mengaku di kawasan itu banyak toko dan rumah makan yang memiliki CCTV dan mengarah langsung ke jalan. Kualitasnya disebut jauh lebih baik dibanding milik pemerintah.

“Ada banyak kamera milik toko dan rumah makan di sekitar kecelakaan, kualitasnya jauh berbeda. Jelas sekali kendaraan yang melintas,” tambahnya.

Bukti rekaman itu selanjutnya akan diserahkan ke pihak kepolisian sebagai barang bukti. Ade berharap polisi bisa menemukan pelaku tabrak lari dan bisa segera mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dia juga meminta pelaku bisa menyerahkan diri kepada pihak berwajib. “Saya berharap pelaku itu sadar terhadap perbuatannya, dan menyerahkan diri ke pihak kepolisian,” harap Ade.

Ade kemudian menanyakan kepada pelaku bagaimana perasaannya jika ada di posisinya. Melihat orang yang paling dikasihi ditabrak lari tanpa pertanggung jawaban.

Mengenai korban, pihaknya mengaku kondisinya belum berubah. Ia masih mendapatkan perawatan insentif petugas medis RS Pelamonia.

“Terhitung hari ini, sudah 3 hari koma. Kata dokter terjadi patah di bagian tengkorak atas dan pendarahan. Belum ada gerakan sampai saat ini. Mohon doanya untuk kesembuhan adek kami” tutur Ade, saudara korban.

Korban tabrak lari bernama Hajat berusia 26 tahun. Ia merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. (*)


BACA JUGA