Rumah warga berdiri di lahan negara di area greenbelt Waduk Bili-Bili, Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Gowa saat diabadikan, Selasa, 15 September 2020.

Lahan Negara di Area Greenbelt Waduk Bili-Bili Diserobot Warga

Selasa, 15 September 2020 | 20:17 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM— Lahan negara yang berada di area greenbelt (Hijau) Waduk Bili-Bili, Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Gowa terancam berpindah tangan.

Lahan yang sudah dibebaskan oleh pemerintah tersebut saat ini sudah dikuasai oleh segelintir oknum masyarakat.

Mereka dilaporkan masuk melakukan kegiatan di lahan negara tersebut tanpa izin. Ada yang masuk berkebun. Ada pula yang membangun rumah permanen untuk tempat tinggal dan tempat bisnis. Beberapa diantaranya oknum ASN.

Bahkan, sebagian besar lahan negara itu sudah dibuatkan surat dokumen Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).



Sub Koordinator Japung Bidang Ilmu Hukum dan Informasi Publik Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Sulsel Ditjen SDA Kementrian PUPR RI, Ahmad Nasir sangat menyayangkan tindakan oknum masyarakat melakukan penyerobotan di area greenbelt.

Ia menyebutkan, ada puluhan hektare lahan negara di area greenbelt yang diserobot warga setempat. “Laporan yang masuk ke kami ratusan hektare yang diserobot. Sebagian sudah memiliki PBB dari pemerintah kelurahan,” sebut Ahmad Nasir, Selasa, (15/9/2020)

BBWSPJ, sejauh ini, kata dia sudah melakukan pendekatan persuasif. Dengan harapan masyarakat yang melakukan penyerobotan menghentikan kegiatan di area greenbelt.

“Kita sudah turun melakukan pendekatan persuasif,” katanya.

Camat Parangloe, Mappatangka yang dikonfirmasi mengatakan, ada sekitar 32 hektare lahan di area greenbelt yang dimasuki masyarakat. Namun terkait PBB yang terlanjur terbit, dia menegaskan semuanya sudah ditarik.

“Tidak ada lagi PBB itu disana. Semua yang terlanjur terbit sudah ditarik. Terkait teknisnya, tanyakan ke kelurahan (Lanna), ” tegas Mappatangka kepada Go Cakrawala di kantornya.

Lurah Lanna, Muhammad Amir yang dikonfirmasi via selular mengaku belum mengetahui banyak masalah penyerobotan lahan di area greenbelt Waduk Bili-Bili. Alasannya, dia masih baru bertugas.

“Nantipi. Saya antar anak dulu ini ke Pesantren di Malino,” dalihnya singkat.(*)


BACA JUGA