Andi Jamaro Dulung (tengah) bersama warga Sudiang baru-baru ini.

Keliling Makassar, AJD Sebut Aura Kemenangan Dilan Sangat Terasa

Minggu, 27 September 2020 | 23:36 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Mantan Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Negeri Makassar (UNM), Andi Jamaro Dulung alias AJD, optimistis pasangan calon nomor urut tiga, Syamsu Rizal MI-Fadli Ananda, akan tampil sebagai pemenang pada Pilwalkot Makassar 2020. Hal tersebut merujuk fakta di lapangan atas besarnya animo masyarakat mendukung paket dengan akronim Dilan.

Mantan Anggota DPR RI ini mengaku setiap kali berkeliling Makassar, aura kemenangan Dilan sangat terasa. Bahkan, di setiap kelurahan, bukan cuma atribut tapi posko pemenangan pasangan doktor dan dokter ini sudah ada. Hebatnya lagi, posko tersebut kebanyakan dibuat atas swadaya atau inisiasi masyarakat setempat. 

Begitu pula tatkala mengunjungi sejumlah warung kopi (warkop) maupun kafe, AJD menyebut selalu mendapati pendukung Dilan. Yang patut diacungi jempol, mereka rerata militan lantaran aktif mensosialisasikan Dilan dan programnya. “Saya di Makassar, getaran kemenangan Dilan terasa dimana-mana, sangat luar biasa,” katanya, Minggu (27/09/2020).

Kata AJD, besarnya animo masyarakat mendukung Dilan menujukkan sebagian besar masyarakat Makassar memang menginginkan sosok pemimpin baru. Tapi, bukan sebatas figur baru saja, melainkan juga mesti berpengalaman dan punya kapabilitas agar pembangunan dan kemajuan Makassar dapat lebih progresif. 



“Dilan menjadi harapan masyarakat untuk mengembalikan kejayaan Makassar. Itu tidak lepas karena figur Deng Ical (Syamsu Rizal) dan Dokter Fadli yang mampu menjadi pemimpin untuk semua, mereka juga punya kapasitas dan kapabilitas mampuni. Pengalaman Deng Ical di eksekutif dan legislatif paripurna, sedangkan Dokter Fadli sosok milenial sukses,” ucapnya. 

AJD mengaku tahu betul kemampuan kepemimpinan Deng Ical. Hal itu terlihat saat kader tulen Muhammadiyah itu dipercaya memimpin kepanitiaan Mubes IKA UNM terakhir. Dalam proses itulah, ketahuan Deng Ical ini bukan kader karbitan, tapi sangat matang dalam organisasi. 

“Kepemimpinannya teruji. Nah, yang paling menarik bagi saya adalah sopan santunnya kepada senior dan pengayomannya pada junior. Hubungan interpersonalnya sangat mengesankan. Semua orang senang bergaul dengan Deng Ical dan tidak nampak sedikitpun perangai kesombongan,” pungkas AJD. (*)


BACA JUGA