Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi foto bersama dengan guru Pondok Pesantren Wihdatul Ulum, Desa Bontokassi, Kecamatan Parangloe, Gowa, Sabtu, 26 September 2020.

Sambangi Pesantren di Gowa, Ashabul Kahfi Letakkan Batu Pertama Pembangunan BLK Kemenaker RI

Minggu, 27 September 2020 | 18:41 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM– Anggota Komisi IX DPR RI, H Ashabul Kahfi mengunjungi sejumlah pondok pesantren di Gowa, Sabtu (26/9/2020)

Disamping bersilaturrahmi, kunjungan Ashabul Kahfi dalam rangka meletakkan batu pertama pembangunan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI.

Ada dua pondok pesantren yang disambangi oleh Ashabul Kahfi. Yaitu Pesantren Wihdatul Ulum (PWU) Desa Bontokassi, dan Pesantren Muhammadiyah Hizbul Wathan, Desa Bella Bori, Kecamatan Parangloe.

Kedua pondok pesantren ini mendapatkan bantuan pembangunan BLK Kemenaker masing-masing sebesar Rp500 juta.



Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPW PAN Sulsel itu didampingi Camat Parangloe, Mappatangka, Penasehat Relawan 99 Ashabul Kahfi, Idris Rumpa dan beberapa tokoh pemuda.

“Bantuan pembangunan BLK Kemenaker ini bertujuan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) komunitas. Salah satunya pesantren,” jelas Ashabul Kahfi disela peletakan batu pertama pembangunan gedung BLK Pesantren Wihdatul Ulum, Desa Bontokassi.

Putra tokoh Muhammadiyah Sulsel, Kyai Haji Jamaluddin Amin ini menyebutkan, keberadaan BLK Kemenaker ini akan sangat membantu dalam mendorong daya saing. Khususnya komunitas pesantren. Antara lain santri, kyai, dan guru. Pun lingkungan sekitar pondok pesantren.

Oleh karena itu, dirinya berharap pembangunan BLK Kemenaker ini berlangsung lancar dan tepat mutu. Sehingga nantinya bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“BLK ini menyiapkan pelbagai fasilitas pelatihan keterampilan bagi santri. Sehingga nanti saat tamat punya skill yang bisa berguna bagi masa depannya,” sebut Kahfi.

Juga lanjut Kahfi, ada pelatih atau instruktur yang akan menggembleng para santri. Instruktur ini berasal dari tenaga pengajar pesantren yang telah dibekali ilmu pelatihan dari Kementerian Tenaga Kerja.

“Jadi ada dua orang dari pesantren yang nanti dikirim mengikuti pelatihan (training of traineer,red) selama 49 hari di Jakarta,” tandasnya.

Kepala Pondok Pesantren Wihdatul Ulum, Hasmawati menyatakan gembira mendapat bantuan pembangunan gedung BLK Kemenaker. “Tentu sebuah kesyukuran bagi kami. Semoga keberadaan gedung BLK ini menambah greget pesantren kami,” ucapnya. (*)


BACA JUGA