Syamsu Rizal MI saat berbicara di depan Jaringan NA Dilan

Jaringan Na Dilan Dikukuhkan, Deng Ical: Mari Bersama Sama Berjuang

Rabu, 30 September 2020 | 12:32 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Minat dan antusias warga bergabung dengan barisan Deng Ical-Fadli Ananda (DILAN) terus meningkat. Tidak sekadar bergabung, tapi juga masuk dalam barisan untuk bekerja. Menggalang suara untuk memenangkan pemilihan pada 9 Desember 2020.

Terbaru, komunitas yang menamakan diri Jaringan Na Dilan (JADI). Mereka pun dikukuhkan pada Selasa, 29 September 2020 di Hotel Agraha, Jalan Andalas. Hadir calon Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI (Deng Ical) dan mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Hadir juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, Raisul Jais.

Pengukuhan secara simbolis dilakukan dengan memasang songkok recca di kepala Deng Ical dan IAS. Dalam tim pemenangan JADI ini bergabung sejumlah tokoh masyarakat. Di antaranya Haji Annas dan Haji Faris. Sementara Ketua Tim Jaringan NA Dilan ini dipimpin Hasanuddin.

Dalam sambutannya, Hasanuddin menegaskan kesiapannya memenangkan DILAN pada kontestasi Pilkada Makassar 2020. “Kami siap bekerja, menyampaikan kelebihan Deng Ical sebagai kandidat Wali Kota Makassar dan Dokter Fadli Ananda sebagai Kandidat Wakil Wali Kota Makassar,” ungkapnya.



IAS yang hadir memuji Tim Pemenangan JADI. Menurut mantan Ketua Partai Demokrat Sulsel ini, ia tidak ragu melihat komposisi dalam tim ini.

“Semua tokohnya saya kenal. Saya pernah bekerja dan berjuang Bersama-sama. Saya tahu kapasitasnya maka dari itu saya tidak ragu kemampuannya,” tegas IAS.

Deng Ical dalam orasinya berterima kasih atas dukungan Tim JADI. Ia pun berharap, semua bisa bekerja secara maksimal. Sebab, sunnatullahnya adalah, siapa yang bekerja, maka dia yang akan mendapatkan hasilnya.

“Oleh karena itu, mari Bersama-sama berjuang. Kepentingan memimpin Kota Makassar ini sesungguhnya bukan hanya kepentingan kita semua. Tapi kepentingan warga Makassar,” ungkapnya.

Sebab, kalau sampai salah memilih, itu dampaknya akan dirasakan pada masa-masa yang akan datang. “Banyak yang menganggap Kota Makassar ini sedang baik-baik saja. Kalau melihat pertumbuhan ekonomi saja memang demikian. Tapi kalau melihat gini ratio, jurang kesenjangan, maka itu sesungguhnya sangat rawan,” katanya.

Maka dari itu, pemimpin Kota Makassar ke depan, harus benar-benar orang yang tepat. “Insya Allah, dengan kebersamana kita semua, perjuangan kita semua, maka kejayaan Kota Makassar akan kita kembalikan,” tegas Deng Ical disambut pekik Menang.(*)


BACA JUGA