Kampanye pasangan DILAN di Bara-baraya Timur, Jumat (2/10/2020)

IAS: Program DILAN Tidak Ada yang Muluk-muluk

Sabtu, 03 Oktober 2020 | 18:20 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menyebut program Deng Ical-Fadli Ananda (DILAN) sebagai program yang masuk akal. Tidak ada yang muluk-muluk. Semua programnya bisa dilaksanakan.

“Program DILAN tidak ada yang Wah sekali. Semua masuk akal dan bisa dilaksanakan. Karena buat apa juga Wah tapi tidak ada yang bisa dilaksanakan. Sanging janji-janji palsu ji,” ujar IAS pada kampanye pasangan DILAN di Bara-baraya Timur, Jumat (2/10/2020).

Salah satu yang paling nyata, lanjut IAS adalah bebas retribusi sampah. “Mauki bebas retribusi sampah?” tanya IAS disambut pekik warga, “Mau!”

IAS mengakui, retribusi sampah memang tidak seberapa. Akan tetapi, dampaknya cukup terasa dan dirasakan masyarakat. Ia lalu membandingkan dengan program di eranya yang sangat terkenal. Yakni IAS-mo Bebas, dari lahir sampai mati.



Hadir dalam acara ini Calon Wali Kota Makassar nomor urut 3, Dr Syamsu Rizal MI alias Deng Ical. Ia disambut antusias warga Bara-baraya Timur, Kecamatan Makassar.

Deng Ical dalam sambutannya menegaskan, ia maju sebagai Calon Wali Kota untuk membuka jalan bagi siapa saja untuk bisa jadi pemimpin di Kota Makassar. Tidak harus ada nama besar orang tua—yang juga pernah jadi wali kota atau punya pangkat tinggi lainnya.

“Orang tua saya bukan siapa-siapa. Saya ini aslinya anak Lorong. Pernah tinggal di Jalan Kelapa 3, sehingga ini menjadi motivasi bagi kita semua bahwa kita juga bisa jadi pemimpin asal mau berusaha dan bekerja keras,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan peresmian posko Samba’qee untuk DILAN. Ketua Tim Samba’qee, Babe mengaku bangga bisa bergabung dalam tim pemenangan Dilan.

“Insya Allah kita akan berjuang Bersama-sama. Saya bangga berada dalam barisan ini. Barisan orang-orang bai yang akan memperjuangkan kebaikan, bukan pengkhianatan,” tegasnya.(*)


BACA JUGA