Kandidat nomor urut 3, Syamsu Rizal MI kembali melakukan kampanye di zona 4, Kecamatan Mariso, Mamajang, dan Tamalate menemui Patonro Community di Pabaeng-baeng, Selasa (13/10/2020).

Deng Ical: Tugas Kita Ikhtiar Semaksimal Mungkin

Rabu, 14 Oktober 2020 | 18:18 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Kandidat nomor urut 3, Syamsu Rizal MI kembali melakukan kampanye di zona 4, Kecamatan Mariso, Mamajang, dan Tamalate, Selasa (13/10/2020). Kesempatan ini dimanfaatkan Deng Ical berkampanye di sejumlah titik di Kecamatan Tamalate. Di antaranya menemui Patonro Community di Pabaeng-baeng.

Di hadapan warga, Deng Ical menegaskan, menjadi Wali Kota Makassar bukanlah tujuan dirinya dan Dokter Fadli Ananda maju di Pilkada Makassar 2020. Karena tujuan sesungguhnya adalah pengabdian kepada masyarakat Makassar.

“Kita maju dan berjuang untuk membenahi Makassar. Kita ingin mengabdi. Karena kota ini pernah Berjaya,” ungkapnya. 

Terakhir, lanjut Deng Ical, kejayaan Makassar di era Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin. Pertumbuhan ekonominya sampai mendapat pujian dari Presiden SBY pada pidato kenegaraan dengan pertumbuhan mengalahkan Tiongkok.



Pada masa lalu, Makassar juga pernah meraih kejayaan pada abad XV sampai XVIII. Kota Makassar menjadi satu di antara sepuluh bandar niaga terbesar di dunia. “Kejayaan-kejayaan itulah yang ingin kita kembalikan. Tentu dengan tidak meninggalkan kearifan lokalnya,” terang Deng Ical di hadapan warga yang hadir.

Untuk itu, ia mengajak warga dan seluruh timnya berikhtiar semaksimal mungkin. Karena memang tugasnya sebagai kandidat, tim dan pendukung adalah berusaha semaksimal mungkin.

“Soal hasil, itu ada yang lebih kuasa untuk menentukan. Kita tidak boleh memaksakan sesuatu yang di luar kehendak kita. Tapi tugas kita adalah mengerahkan segala potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk meraih hasil terbaik dalam perjuangan,” imbuhnya.

Deng Ical juga sempat menyinggung Pilkada 2018, saat dirinya batal menjadi kontestan. Hal itu itu karena memang dirinya diminta untuk mundur dan memberikan kesempatan kepada kandidat yang bertarung saat itu. Permintaan mundur guna menyatukan potensi.

“Akan tetapi, hasilnya ternyata kotak kosong menang. Rakyat lebih memilih itu ketimbang kandidat yang ada, sehingga momentum Pilkada kali ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk meraih dan memenangkan suara rakyat,” tegasnya disambut pekik warga, “Allahu Akbar!”. (*)


BACA JUGA